Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam jumpa pers di acara penandatanganan penjaminan Samurai Bond dengan JBIC di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/4/2009).
"Samurai Bond akan bantu suplai Yen di dalam negeri sehingga dalam aktivitas ekspor impor antara Indonesia dan Jepang tidak perlu melalui dolar AS, kita tahu nilai perdagangan kita dengan Jepang besar," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Volatilitas rupiah akan berkurang, kita juga melakukan hal yang sama lewat kerjasama BCSA (Bilateral Currency Swap Arrangement) dengan China, untuk kurangi pressure nilai tukar dengan mengurangi ketergantungan permintaan dolar AS," jelasnya.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum menentukan waktu penerbitan Samurai Bond, saat ini sedang dalam proses penerbitan.
"Untuk tenornya antara 5 sampai 10 tahun, kita tidak tahu apakah akan sekaligus US$ 1,5 miliar atau bertahap, itu tergantung kondisi pasar," tukasnya.
(dnl/qom)











































