Mantan Pimpinan Cabang Aktor Pembobolan Kredit BRI

Mantan Pimpinan Cabang Aktor Pembobolan Kredit BRI

- detikFinance
Rabu, 08 Apr 2009 14:04 WIB
Mantan Pimpinan Cabang Aktor Pembobolan Kredit BRI
Jakarta - Pemobolan kredit Bank Rakyat Indonesia ternyata melibatkan oleh seorang pimpinan cabang yang akhirnya dicopot dari jabatannya. Kasus yang terjadi pada 2006 ini baru tercium di akhir 2007.

Demikian dijelaskan Dirut BRI Sofyan Basir dalam perbincangan dengan detikFinance, Rabu (8/4/2009).

"Ini case 2006. Saat ini masih kita proses. Kita tentu saja mendukung Kejaksaan, karena kita ingin membuka persoalan ini dengan benar. Supaya siapa oknum yang mempermainkan dapat ganjarannya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofyan, kredit yang dikucurkan BRI terbilang cukup besar, yaitu antara Rp 50-100 juta. Dalam surat pengajuan kredit, dana sebanyak itu digunakan untuk membayar rumah toko.

Pada awalnya, pembayaran kredit ke BRI pun terbilang lancar, hingga pada akhir 2007 pembayaran sejumlah debitur mulai terlihat macet. BRI pun memeriksa macetnya pembayaran kredit tersebut dan menemukan adanya oknum pimpinan cabang yang terlibat.

"Sebenarnya barangnya (ruko) ada. Tapi bayarnya yang tidak ada. Sebelumnya mereka bayar, tidak terlihat macet. Indikasi terlihat pada akhir 2007 dimana kredit mulai macet. Baru kita diperiksa, ada tim audit yang periksa. Dan kita berikan hukuman yang nonjok (mengena)," katanya.

Hingga kini mantan pimpinan cabang tersebut masih di-off-kan oleh perseroan sembari diharuskan mengembalikan kerugian yang disebabkannya.

"Sementara kita turunkan dia. Pimpinan cabang itu di-off-kan dulu. Tapi kita tetap minta dia pertanggungjawabkan, kita minta ia selesaikan secepatnya. Sementara di lain pihak ada proses hukum," katanya.

Saat ini, kasus pembobolan kredit gaya baru ini masih ditangani Kejaksaan Agung. BRI pun menyatakan mendukung sepenuhnya proses hukum agar masalah ini cepat selesai.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads