Ketua Bidang Statistik Informasi dan Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Arizal mengungkapkan, perlambatan industri ini ditunjukkan dari menurunnya perolehan premi bruto yang pada kuartal ketiga 2008 yang hanya sebesar Rp 17,3 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 22,15 triliun.
"Hingga akhir tahun 2008, kami memperkirakan perolehan premi bruto tidak akan naik signifikan, malahan pertumbuhannya akan semakin menurun," kata Arizal dalam paparan kinerja Asuransi Umum Kuartal III/2008, di Kantor AAUI, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Klaim tidak akan berkurang, di 2009 klaim bruto akan terus naik dan nggak mungkin lebih sedikit dari 2008," katanya.
Kelas usaha harta benda pun diperkirakan masih akan menjadi penyumbang terbesar dalam hal premi dan klaim bruto. Dalam lima tahun terakhir rata-rata kelas usaha harta benda menyumbang 35 persen terhadap industri asuransi umum. Di posisi kedua disusul kendaraan bermotor dengan rata-rata menyumbang terbesar 32 persen.
"Sementara kelas usaha lain rata-rata hanya menyumbang kurang dari lima persen kecuali cabang asuransi kecelakaan diri dan kesehatan, sedikit di atas 5 persen," tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada pertumbuhan asuransi yang agresif, namun rata-rata akan menjadi konservatif
(dru/lih)











































