Hal ini dikatakan oleh Direktur Pembiayaan Syariah Dahlan Siamat ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin malam (13/4/2009).
"Sesuai dengan nilai underlying assets kita, tidak sampai US$ 700 juta, underleying assets Rp 7,2 triliun, jadi penerbtan antara US$ 500 juta dan tidak sampai US$ 700 juta. Maksimal US$ 600 juta," tuturnya.
Sukuk global tersebut direncanakan terbit sebelum Juni 2009, atau sebelum pemerintah menerbitkan Samurai Bond yang direncanakan Juni 2009.
"Saya melihat perkembangan pasar sudah mulai kondusif, pokoknya kita sedang dalam proses dan sedang menunggu waktu yang tepat, pokoknya kita sudah siap, baik menunjuk agen penjual, tinggal tunggu timing saja," kata Dahlan.
Meskipun begitu, Dahlan mengatakan pemerintah belum menentukan waktu persis penerbitan sukuk global ini. "Jujur saja, kita belum menentukan waktu. Begitu kondisi pasar bagus kita akan lunch," katanya.
Indikator pasar bagus, dikatakan Dahlan adalah jika yield obligasi pemerintah di pasar global sudah kembali single digit. "Pokoknya single digit," tukasnya.
(dnl/lih)










































