Demikian disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di Kantor Menkeu, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
"Penerbitannya bisa cepat. Dalam arti bisa 1x24 jam setelah diumumkan penawarannya bisa langsung diterbitkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu timing yang tepat, yang jelas sebelum Juni. Untuk penerbitannya, pokoknya segera," katanya.
Nilai sukuk global yang akan diterbitkan disesuaikan dengan underlying assets yang ada saat ini yaitu maksimal Rp 7 triliun atau sekitar US$ 600 juta.
"Kita lagi lihat respons pasar setelah kita umumkan penawarannya. Nilai penerbitannya maksimal senilai underlying asset yang ada yaitu Rp 7 triliun," katanya.
(dnl/lih)











































