Tuntutan Kenaikan Gaji Karyawan UOB Buana Diganti 'BLT'

Tuntutan Kenaikan Gaji Karyawan UOB Buana Diganti 'BLT'

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2009 14:05 WIB
Tuntutan Kenaikan Gaji Karyawan UOB Buana Diganti BLT
Jakarta - Karyawan dan manajemen Bank UOB Buana sepakat tuntutan kenaikan gaji akan diganti dengan pembayaran uang tunai semacam Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun belum disepakati berapa jumlah yang dibayarkan ke seluruh karyawan UOB.

Menurut Sekjen Serikat Pekerja dan Karyawan UOB Buana (SPKUOBB) Endang Sutisna, dalam perundingan terakhir yang digelar semalam, pihak manajemen hanya mampu mengalokasikan Rp 5 miliar untuk pembayaran tunai ke karyawan.

Jumlah tersebut jauh di bawah permintaan serikat pekerja yang mentok di level Rp 12,5 miliar. Permintaan serikat pekerja ini padahal sudah turun cukup jauh dari permintaan awal yang sebesar Rp 18 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sebenarnya kita deadlock di angka. Meskipun sudah setuju untuk pembayaran tunai pengganti kenaikan gaji. Kita sebenarnya lebih senang ada presentase kenaikan gaji," katanya.

Dengan dana sebesar maksimal Rp 5 miliar, maka uang tunai yang diterima setiap karyawan adalah sekitar Rp 500 ribu. Namun Endang menegaskan, sekalipun nilainya lebih kecil, pihaknya akan lebih senang jika dana tersebut masuk ke dalam komponen gaji sehingga bisa didapat secara rutin.

"Pada dasarnya kami teman-teman SP (Serikat Pekerja) nggak apa-apa jika tidak sebesasr Rp 500 ribu. Misalnya cuma Rp 200 ribu, asal melekat di komponen gaji kita terima. Tapi manajemen nggak mau, maunya Rp 500 ribu sekali aja," katanya.

Berdasarkan pertemuan semalam, Endang menjelaskan, tidak ada ketuk palu atas kesepakatan. Win-win solution yang diharapkan hingga kini masih menggantung di masalah jumlah dana yang akan disediakan perusahaan.

"Ternyata semalam jawabannya tidak sesuai dengan harapan kita. Intinya, jika kita maunya ada perubahan presentase perubahan gaji, tapi jawaban manajamen ternyata tidak bisa penuhi kenaikan gaji dan bonus. Gantinya, ada semacam BLT itu, manajemen tawarkan akan membagikan Rp 500 ribu per karyawan," katanya.

Mogok

Karena adanya perubahan kesepakatan dari apa yang dituntut karyawan sebelumnya, maka skenario yang disiapkan serikat pekerja pun banyak berubah. Termasuk dalam hal aksi mogok kerja lanjutan.

Rencana mogok kerja yang seharusnya bisa dilakukan 7 hari setelah perundingan terakhir pun dibahas ulang. Serikat pekerja mengaku akan konsolidasi internal terlebih dulu membahas tawaran manajemen.Β 

"Kita sudah persiapkan langkah-langkah berikutnya, termasuk mogok. Tapi karena skenario awal berubah semua, ya kita lihat saja. Apapun kemungkinanya sebenarnya bisa saja terjadi, tapi sekarang-sekarang ini DPP konsolidasi dulu langkah apa yang terbaik, untuk keuntungan kedua pihak dan kelangsungan bank ini juga," katanya.

(lih/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads