Menurut siaran pers dari Depkeu, Jumat (16/4/2009), US$ Indo-sukuk Al Ijarah ini diterbitkan pada harga at par 100%, dengan kupon berbunga tetap 8,8% dan jatuh tempo 23 April 2014.
Penawaran sukuk global ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscription 7kali. Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto, ini adalah penerbitan sukuk global dalam dolar AS terbesar di luar Gulf Cooperation Council (GCC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Investor Muslim dan Timur Tengah (30%)
- Asia termasuk Indonesia 40%
- Amerika (19%)
- Eropa (11%).
Distribusi berdasarkan jenis investor:
- Funds Managers 45%,
- Banks 37%,
- Retail Investors 14%,
- Asuransi & Dana Pensiun 4%.
"Sukuk global ini untuk pemenuhan target pembiayaan APBN 2009, diversifikasi instrumen pembiayaan, dan memperluas basis investor sukuk di pasar internasional," pungkasnya.
(qom/ir)











































