BI Ingatkan Risiko Kenaikan NPL

BI Ingatkan Risiko Kenaikan NPL

- detikFinance
Jumat, 17 Apr 2009 14:25 WIB
BI Ingatkan Risiko Kenaikan NPL
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menghimbau perbankan nasional agar tetap memperhatikan modal dan menyiapkan pencadangan terkait rasio kredit bermasalah (NPL) yang meningkat.

Demikian dikatakan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Halim Alamsyah kepada wartawan seusai melaksanakan shalat Jumat di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (17/4/2009).

"Kita sudah menghimbau kepada perbankan bahwa NPL yang meningkat harus membuat pencadangan. Pencadangan tersebut harus diambil dari resource-nya, dan itu baik untuk berjaga-jaga," ujar Halim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, risiko saat ini yang kita hadapi di sektor perbankan yakni masalah kredit. Namun, saat ini ada tanda-tanda perbaikan ekonomi global yang akan memacu lagi ekonomi kita.

"Mudah-mudahan dengan perbaikan ekonomi global sekarang yang ada berarti risiko kredit nantinya diharapkan akan menurun," tutur Halim.

Masalah global, lanjut Halim, seperti kekeringan likuditas (liquidity squeeze) mudah-mudahan juga bisa berkurang.

"Sehingga akses bank kita ke dunia internasional bisa semakin terbuka, ini sudah dimulai seperti kelebihan permintaan sukuk," jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini kita sudah menerima inflow beberapa waktu terakhir yang disebabkan oleh IHSG dan harga SUN yang membaik serta kurs yang mengua, sehingga kemungkinan terjadinya liquidity squeeze akan berkurang.

"Ini dua hal penting kalau risiko kredit menurun, kita harapkan nanti kondisi perbankan keseluruhan akan membaik," pungkasnya.

(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads