Demikian data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan yang dikutip detikFinance, Sabtu (18/4/2009).
Total kepemilikan SUN per 15 April 2009 dibandingkan per 31 Maret 2009 adalah:
- Β Β Β Bank Rp 273,62 triliun (Rp 279,12 triliun)
- Β Β Β BI Rp 23,88 triliun (Rp 21,32 triliun)
- Β Β Β Reksa dana Rp 35,47 triliun (Rp 35,19 triliun)
- Β Β Β Asuransi Rp 60,41 triliun (Rp 60,25 triliun)
- Β Β Β Asing Rp 83,34 triliun (Rp 79,83 triliun)
- Β Β Β Dana Pensiun Rp 34,56 triliun (Rp 34,52 triliun)
- Β Β Β Sekuritas Rp 580 miliar (Rp 530 miliar
- Β Β Β Lain-lain Rp 35,8 triliun (35,89 triliun).
Sampai dengan 15 April 2009 tercatat jumlah SUN yang diperdagangkan di pasar berjumlah Rp 546,66 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 16 April 2009, pemerintah telah melakukan penetapan harga untuk penerbitan sukuk global senilai US$ 650 juta yang rencananya akan diterbitkan 23 April 2009. Dalam masa penawaran sukuk global tersebut, Rahmat mengatakan jumlah penawaran yang masuk cukup banyak yaitu 7 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan pemerintah.
"Final order-book (jumlah penawaran yang masuk) sebesar US$ 4,6 miliar dari 230 investor atau 7x oversubscription," imbuhnya.
Sampai saat ini di 2009, pemerintah telah menerbitkan surat utang baik konvensional maupun syariah sebanyak Rp 80 triliun. Jumlah ini baru 49% dari target penerbitan surat utang yang direncanakan pemerintah tahun ini untuk menutup defisit anggaran.
"Kita masih punya waktu 6 bulan untuk penerbitan instrumen surat utang lain. Pinjaman siaga hanya untuk berjaga-jaga. Jadi pembiayaan APBN 2009 sangat aman, apalagi masih ada samurai bond," tukasnya.Β
(dnl/dnl)











































