Puluhan Bank Berpeluang Menyusul Likuidasi Bank IFI

Puluhan Bank Berpeluang Menyusul Likuidasi Bank IFI

- detikFinance
Minggu, 19 Apr 2009 16:30 WIB
Puluhan Bank Berpeluang Menyusul Likuidasi Bank IFI
Jakarta - Sekitar 30 hingga 50 bank berskala kecil saat ini menghadapi ancaman yang sama dengan kasus Bank IFI. Bank milik pengusaha Bambang Rachmadi itu dilikuidasi oleh BI karena seretnya modal dan kredit macet yang membengkak.

Menurut pengamat perbankan Aviliani, puluhan bank tersebut adalah bank skala kecil yang memiliki modal di bawah Rp 1 triliun. Meski tidak berdampak sistemik, jika semakin banyak bank berskala kecil yang menyusul dilikuidasi, maka bisa menurunkan kredibilitas perbankan nasional.

"Sekitar 30-50 bank yang bisa mengalami seperti itu. Mereka adalah bank yang modalnya Rp 1 triliun ke bawah. Memang tidak sistemik, karena ada 15 bank besar yang mengusasi 70% aset. Tapi kan pemerintah harus menyiapkan juga, apalagi yang bahaya adalah krisis kredibilitas," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (19/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, bank-bank kecil memang sedang mengalami ujian likuiditas sejak krisis moneter global melanda mulai Oktober 2008. Sejak itu, kepercayaan nasabah pada bank-bank kecil menurun dan nasabah pun berbondong-bondong mengalihkan dananya ke bank-bank besar.

Bank-bank skala kecil pun makin kesulitan likuiditas. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab suku bunga bank enggan turun meski BI Rate sudah dipangkas beberapa kali.

"Inilah mengapa meski SBI turun, suku bunga bank nggak turun-turun. Karena bank sedang sulit mencari dana, mereka mencarinya dengan menjaga suku bunganya. Tapi dana yang didapat hanya bisa untuk likuiditas saja, tidak bisa untuk menyalurkan kredit lagi. Bagi bank yang portofolio kreditnya tidak banyak, begitu sebagian bermasalah, maka NPL-nya jadi membesar," jelasnya.

Kondisi perbankan skala kecil ini makin diperparah karena tidak ada jaminan pinjaman antar bank. Padahal pinjaman antar bank merupakan salah satu alternatif bagi perbankan kecil untuk menambah modalnya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads