Dirut BTN Iqbal Latanro mengakui bahwa pihaknya memiliki saham di BTN namun dalam porsi yang sangat kecil. BTN juga sudah lama ingin melepas kepemilikan sahamnya di Bank IFI tersebut.
"Cuma 0,1117 persen, hanya puluhan juta. Kita memang sudah ingin melepas sahamnya (di IFI) tapi ngga ada yang mau. Ya sudah lah," ujar Iqbal ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN
- PT. Pengelola Investama Mandiri
- Grup Ramako.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 11/ 19 /KEP.GBI/2009 tanggal 17 April 2009, BI memutuskan untuk mencabut izin usaha PT Bank IFI.
Bank IFI juga diketahui telah masuk dalam pengawasan BI sejak September 2008. BI sudah berkali-kali meminta pemegang saham pengendali dalam hal ini Bambang Rachmadi untuk menyuntikkan modal, namun hingga batas waktunya gagal.
Kinerja Bank IFI memang terus merosot. Kredit bermasalah atau NPL Bank IFI memang telah melampaui ketentuan juga yakni sebesar 24%. Bank IFI per September 2008 juga mencatat rugi sebesar Rp 24,324 miliar.
(qom/ir)











































