"Hal ini dikarenakan, gejolak rasio kredit bermasalah (NPL) yang cukup tinggi di BPR," ujar Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Ia menjelaskan, saat ini Bank Mandiri sedang berusaha hati-hati dan lebih selektif dengan mengurani penyaluran kredit melalui BPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NPL Mandiri yang mencapai sebesar 5,17 persen, lanjut Budi, karena NPL dari kredit langsung ditambah dengan NPL dari linkage program.
"NPL kredit langsung lebih kecil, hanya sekitar 2,9 persen dan memang sisanya cukup besar dari linkage program di BPR," jelas Budi.
Penyaluran kredit langsung Bank Mandiri mencapai Rp 3 triliun sampai dengan akhir 2008, dan penyalurannya meliputi lebih dari 290.000 usaha mikro di seluruh Indonesia.
"Salah satu penyebab tingginya NPL adalah kredit bermasalah karena kasus BPR Tripanca di Lampung yang akhirnya di likuidasi," kata Budi.
Budi mengatakan, selain BPR Tripanca, Mandiri juga memberikan kredit kepada grup Tripanca yang bergerak di sektor ekspor-impor yang mencapai Rp 50 milyar.
"Kita kena di linkage dan grup Tripanca. dan BPR Tripanca saat ini sedang diurus Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," tegas Budi.
Kedepannya, tegas Budi, Mandiri akan memfokuskan pemberian kreditnya di BPR-BPR kecil saja. "BPR tetap akan kita berikan kredit, namun porsinya dikurangi kita akan memberikan kredit ke BPR-BPR kecil saja," ujarnya.
Tahun lalu, Budi mengatakan porsi pemberian kredit untuk BPR-BPR besar mencapai 70 persen, dan sisanya kepada BPR-BPR kecil. "Tahun ini komposisinya akan diubah," katanya.
Kredit Mikro
Dalam rangka meningkatkan kualitas portofolio kredit mikro, Bank Mandiri memberikan hadiah Mikro Superejeki lebih dari Rp 1 miliar bagi 2701 debitur nasabah pembayar kredit tepat waktu pada periode pertama dan kedua.
Pada periode pertama Desember 2008 lalu, sebanyak 1350 debitur telah menerima undian sebelumnya. Sedangkan pada periode kedua ini sebanyak 1351 debitur mendapatkan hadiah undian.
"Pemenang hadiah tersebut adalah debitur mikro yang memanfaatkan kreditnya secara baik. Mereka telah menjadi debitur minimal 6 bulan dan melaksanakan pembayaran kewajiban kredit secara lancar dan tepat waktu," ujar Budi.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan serta apresiasi Mandiri kepada para debitur mikro yang telah memenuhi kewajibannya secara tepat waktu.
Selain program tersebut, Mandiri juga memberikan Beasiswa Mandiri Prestasi yang akan diberikan kepada lebih dari 3000 putra-putri berprestasi di tingkat SD sampai SMA dari debitur mikro dengan nilai sebesar Rp 600.000 selama satu tahun.
Sampai dengan triwulan IV tahun 2008, Mandiri telah menyalurkan kredit usaha mikro sebesar Rp 4,4 triliun atau meningkat sebesar 63 persen dari akhir triwulan IV tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 2,7 triliun.
Penyaluran kredit tersebut meliputi lebih dari 290.000 usaha mikro yang terbesar di Indonesia. Selain itu Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Mandiri berada di posisi 5,77 persen pada akhir triwulan IV tahun 2007 menjadi 5,17 persen pada akhir triwulan IV tahun 2008.
"Di tahun 2009, outlet Bank Mandiri mencapai 1000 outlet dan setiap bulannya, Mandiri memberikan kredit mikro sebesar Rp 300 miliar," ujar Budi.
Ia menambahkan, sampai dengan saat ini, Bank Mandiri telah memiliki jaringan layanan mikro sebanyak 600 Micro Bussines Unti (MBU) dan akan terus bertambah setiap tahunnya.
(dru/qom)











































