Perbankan Sudah Lewati Masa Kritis

Perbankan Sudah Lewati Masa Kritis

- detikFinance
Selasa, 21 Apr 2009 17:07 WIB
Perbankan Sudah Lewati Masa Kritis
Jakarta - Kondisi perbankan nasional saat ini dinilai sudah melewati masa-masa kritis. Perbankan kini sudah lebih likuid dari sebelumnya.

Demikian disampaikan Pengamat Ekonomi Makro dan Perbankan, Mirza Adityaswara dalam acara Macro Economic Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (21/4/2009).

"Perbankan sudah melewati masa kritis dimana masa kritis tersebut terjadi pada bulan September dan Oktober 2008 kemarin. Sehingga semua bank saat ini sudah berusaha meningkatkan likuiditasnya," ujar Mirza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi yang lebih baik ini dibuktikan dengan Panic Level yang ditunjukan VIX INDEX turun dari tingkat 80,86 pada bulan November 2008 menjadi 37,81 pada bulan April 2009 ini.

"Hal yang lain yang menunjukan perbankan lebih likuid yakni, simpanan dana di SBI saat ini, kemarin simpanan dana di SBI hanya sekitar Rp 130 triliun dan sekarang sudah mencapai Rp 240 triliun," jelasnya.

Jika masih terdapat bank yang tidak memenuhi persyaratan likuiditas, maka kini saatnya BI mengambil langkah tegas seperti penutupan atau likuidasi.

"Seperti Bank IFI kemarin," tegasnya.

Likuidasi memang lebih baik dilakukan setelah krisis lewat. Karena jika bank yang mengalami masalah likuditas ditutup saat krisis masih berlangsung, maka yang terjadi justru adanya kepanikan.

"Jika BI telah tegas menutup Bank IFI, maka hal ini dipastikan suasana sudah lebih tenang dan nasabah juga lebih tenang, sehingga jika ada bank kecil ditutup tidak membuat nasabah panik," tuturnya.

Dari sektor permodalan, Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan masih diatas 15 persen pada bulan Februari 2009. Namun ia mengatakan bahwa modal harus dihemat untuk menghadapi kenaikan NPL di tengah sulitnya menambah modal.

Dari sisi loan debt ration (LDR), perbankan juga harus berhati-hati dan berusaha meningkatkan likuiditasnya dengan menurunkan LDR kebawah 80 persen.

"LDR valas juga makin membaik walapun masih tinggi. Tahun 2003 mencapai 68 persen dan per Januari 2009 sudah mencapai 84 persen. Untuk saat ini, saya rasa refleksi di global dan domestik menunjukan bahwa perbankan kita sudah melewati masa kritis dan akan menuju ke pertumbuhan yang lebih baik," tambahnya.
(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads