BTN Incar Transaksi Sekuritisasi Aset Rp 500 Miliar di 2009

BTN Incar Transaksi Sekuritisasi Aset Rp 500 Miliar di 2009

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2009 11:15 WIB
BTN Incar Transaksi Sekuritisasi Aset Rp 500 Miliar di 2009
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan transaksi sekuritisasi aset lanjutan pada tahun ini mencapai Rp 500 miliar. BTN merupakan salah satu perusahaan yang memulai aksi transaksi sekuritisasi aset pada Februari 2009.

Demikian disampaikan Dirut BTN Iqbal Lantaro dalam acara Public Expose Obligasi BTN XIII di Hotel Rotz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (23/4/2009).

"Tahun ini juga Perseroan berencana untuk melakukan transaksi sekuritisasi aset lanjutan sehingga total transaksi menjadi sebesar Rp 500 miliar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal menambahkan, perseroan pada tahun ini juga tetap optimis untuk bisa melepas saham perdananya (initial public offering/IPO).

"Perseroan juga telah menetapkan untuk privatisasi melalui penawaran umum saham perdana (IPO) yang ditargetkan terlaksana tahun ini," tutur Iqbal.

Obligasi

Terkait obligasi, BTN hari ini terbitkan Obligasi XIII Bank BTN tahun 2009 senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi akan diterbitkan kali ini terdiri dari tiga tenor yaitu 3 tahun, 4 tahun dan 5 tahun.

"Keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan," jelas Iqbal.

Ia menjelaskan, jumlah untuk setiap seri obligasi dan besarnya kupon bunga akan ditentukan kemudian.

Saat ini, lanjut Iqbal, rasio kredit yang dibeikan terhadap dana masyarakat (LDR) telah melampaui target yaitu sebesar 101 persen, sehingga BTN perlu mencari sumber dana lain seperti melalui sekuritisasi dan atau obligasi.

Perkiraan jadwal emisi yaitu, tanggal jatuh pada 19 juni 2009, dengan masa penawaran tanggal 22 sampai 26 Juni 2009 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 1 Juni 2009.

PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, sementara sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk.

Iqbal mengatakan, bahwa dirinya optimis bahwa kinerja perseroan kedepan akan terus tumbuh lebih baik, hal ini didukung oleh rencana perseroan dengan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 14,77 persen, sedangkan laba perseroan ditargetkan tumbuh sebesar 13,2 persen.

Berdasarkan data terakhir per 31 Maret 2009, aset BTN mencapai Rp 46.303 miliar atau naik 24,74 persen dibanding Maret 2008 yang sebesar Rp 37.121 miliar. Sementara dana pihak ketiga sekitar Rp 32.908 miliar atau naik 34,52 persen dibanding Maret 2008 yang sebesar Rp 24.463 miliar.

(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads