Laba Danamon Turun 30% di Kuartal I-2009

Laba Danamon Turun 30% di Kuartal I-2009

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2009 16:35 WIB
Laba Danamon Turun 30% di Kuartal I-2009
Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperoleh laba bersih setelah pajak konsolidasi sebesar Rp 393 miliar pada kuartal pertama 2009. Angka ini turun sekitar 30 persen dari laba bersih kuartal pertama 2008 yang sebesar Rp 563 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Danamon Vera Eve Lim dalam jumpa pers di JW Marriot, Jakarta, Kamis (23/4/2009).

Penurunan laba ini disebebkan adanya negatif carry dan penyisihan pembayaran sub debt US$ 400 juta pada 31 Maret 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kuartal pertama 2009 Danamon mencatatkan laba bersih sebesar Rp 393 miliar, terlepas dari kondisi perekonomian yang penuh tantangan dan efek negatif dari kelebihan likuiditas yang mencapai Rp 205 miliar," katanya.

Ia juga mengatakan dengan demikian laba bersih per saham dasar mencapai Rp 77,9. Sementara RoA dan RoE masing-masing mencapai 1,5% dan 14,4%.

Dalam setahun terakhir, pertumbuhan kredit Danamon mencapai Rp 7,4 triliun atau naik 13% dengan total kredit mencapai Rp 63 triliun pada Maret 2009.

Pertumbuhan kredit ini dirorong oleh bisnis mass market yang tumbuh 25% year on year mencapai 30,7 triliun dan membentuk 49% dari total kredit Danamon.

Menurutnya Vera, kredit mass market ini mencakup kredit mikro melalui Danamomn Simpan Pinjam, Kredit Tanpa Agunan, dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

"Kredit mikro yang disalurkan melalui Danamon Simpan Pinjamn tumbuh 20% sepanjang setahun terakhir mencapai Rp 10,9 triliun. Kredit mikro ini mencakup 17% dari total kredit akhir Maret. Sedangkan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira meningkat 21% year on year mencapai Rp 16,6 triliun," katanya.
NPL Danamon Naik ke 2,9%
 
Posisi kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) meningkat ke level 2,9 persen di kuartal pertama 2009. Posisi NPL perseroan hingga akhir Desember 2008 masih berada di posisi 2,3 persen.
 
Menurut Vera, ada salah satu debitur besar yang diturunkan peringkatnya dari tingkat kolektibilitas 2 menjadi 3 sehingga menjadi penyumbang terbesar dalm kenaikan NPL tersebut.
 
"Ada satu debitur besar yang kami downgrade dari colectibility 2 menjadi 3 di kuartal pertama tahun ini," katanya.

Namun sayangnya, ia menolak untuk membeberkan identitas dari debitur tersebut.
 
Ia menambahkan, perseroan juga sudah menurunkan tingkat suku bunga deposito di kuartal pertama menjadi 8,8-9,5 persen. Hingga akhir tahun lalu tingkat suku bunga deposito bank swasta tersebut sebesar 12-11 persen.
 
"Kita sudah turunkan suku bunga deposito secara drastis untuk antisipasi negatif carry tahun ini," ujarnya.
(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads