Persempit Ruang Bank Simpan Dana di SBI dan SUN

Persempit Ruang Bank Simpan Dana di SBI dan SUN

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 07:07 WIB
 Persempit Ruang Bank Simpan Dana di SBI dan SUN
Jakarta - Bank Indonesia (BI) harus memperkecil ruang bagi perbankan untuk mencari untung lewat penempatan dananya pada instrumen SUN (Surat Utang Negara) atau SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

Demikian disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Bambang
Soesatyo kepada detikFinance, Senin (27/4/2009).

"BI harus memperkecil ruang bagi bank mencari untung dari penempatan dana di SUN dan SBI. Misalnya, dibuat batasan. Kalau sudah menyalurkan kredit sekian ratus miliar, boleh menempatkan dana dalam jumlah tertentu di SUN dan SBI," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, BI selama ini memang lebih memprioritaskan stabilitas dan kesehatan bank. Kekuatan bank menyalurkan kredit ke dunia usaha bukan prioritas. Perilaku BI yang ego sektoral masih kuat. Ukurannya, cukup perbankan yang stabil, BI tak ragu untuk mengklaim keberhasilannya.

Bambang mencontohkan, ketika pertumbuhan volume kredit diturunkan, BI tak ragu untuk mengklaim bahwa perbankan lokal sudah melalui puncak krisis likuiditas. Klaim itu hanya
mengacu pada fakta bank kecil mulai menyerap Dana Pihak ketiga (DPK).

"Padahal, pada saat bersamaan, bank masih kesulitan menurunkan suku bunga dan kesulitan pula menyalurkan kredit karena kering likuiditas. Kegiatan pinjaman antarbank pun belum lancar karena bank kecil masih sulit mendapatkan pinjaman. Itu sebabnya, Bank IFI dilikuidasi," paparnya.

Dikatakannya, otoritas fiskal sudah terang-terangan mengecam kelemahan otoritas moneter yang gagal memulihkan fungsi intermediasi perbankan. Kecaman Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani terhadap perilaku buruk para bankir itu hendaknya diterima Bank Indonesia (BI) sebagai masukan.

"Menkeu, pekan lalu, mengecam mentalitas para bankir yang hanya mencari cara gampang untuk mendapatkan untung dan hasil investasi. Cara gampang itu adalah menempatkan dana bank di SUN atau SBI. Perilaku ini menghambat kegiatan ekonomi, karena para bankir tidak memrioritaskan penyaluran kredit ke dunia usaha," katanya.

Bambang berharap kecaman Sri Mulyani tidak mengeskalasi rivalitas Banteng (Depkeu)
versus Thamrin (BI) yang sudah lama berlangsung.

"Baik pemerintah maupun BI harus fokus meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dari
dampak krisis finansial saat ini.Β  Itulah tujuan besar yang membutuhkan kerja sama
solid otoritas fiskal dan otoritas moneter," pungkasnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads