Deputi Gubernur BI Muliaman Hada mengatakan, untuk menghindari penyalahgunaan ataupun untuk mengetahui produk yang ditawarkan, masyarakat perlu memahami tentang 3 hal penting.
"Hal penting ini kita kenal dengan program 3P, yakni pastikan manfaatnya, pahami risikonya dan perhatikan biayanya, jadi apapun produknya ingat 3P," papar Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari ini pokja Edukasi Masyarakat di Bidang Perbankan bersama. Bank Indonesia (BI) dan Universitas Indonesia menjalin menggelar "Kampanye Edukasi Kartu Pembayaran 2009".
Edukasi tersebut merupakan sarana untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa dan merupakan program dari BI yang mengahruskan memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Program edukasi penting dilakukan agar masyarakat lebih memahami seputar produk dan layanan sehingga lebih bijak dan tepat guna dalam menggunakan produk perbankan khususnya kartu pembayaran," ujar Muliaman.
Ia mengharapkan, dengan kerjasama antara regulator, perbankan maupun lembaga pihak lain dapat mengoptimalkan pencapain tujuan program.
"Selain itu, edukasi dibutuhkan karena saat ini terdapat banyak inovasi dan variasi produk dan layanan pada kartu pembayaran seperti kartu kredit, kartu ATM, kartu prabayar dan kartu campuran (ATM dan Debit)," jelasnya.
Senada dengan Muliaman, Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Dodit W Probojakti mengatakan melalui program ini diharapkan masyarakat dapat memahami risiko dan aturan untuk masing-masing kartu pembayaran.
"Dengan adanya edukasi, masyarakat akan terhindar dari kesulitan dan kerugian yang timbul karena penggunaan atau penyalahgunaan kartu pembayaran," ujar Dodit.
Dodit mengatakan, sampai dengan tahun 2008 lalu, hampir sekitar 40,8 juta pemegang kartu debit dan atm, serta 1,1 juta pemegang kartu pre-paid.
"Sedangkan untuk kartu kredit sendiri berjumlah 11,5 juta pemegang kartu kredit dengan angka pertumbuhannya lebih dari 200.000 kartu perbulannya," jelas Dodit.
(dru/qom)











































