Karyawan Bank IFI Resah Menanti Pesangon

Karyawan Bank IFI Resah Menanti Pesangon

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 12:21 WIB
Karyawan Bank IFI Resah Menanti Pesangon
Jakarta - Karyawan Bank IFI mengaku resah menanti hak pesangon mereka yang hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan. Karyawan pun bingung mencari pekerjaan baru karena masih diminta masuk kerja jika ingin mendapat pesangon.

Menurut seorang karyawan berumur 43 tahun yang enggan disebutkan namanya, karyawan memang diminta untuk absen setiap hari jika ingin mendapat pesangon.

"Kita harus absen tiap hari. Karena kalau absen kosong, kita dinyatakan mengundurkan diri dan tidak ada apa-apa. Makanya tetap ke sini meski tidak mengerjakan apa-apa," katanya kepada detikFinance di kantor pusat Bank IFI, Plaza Abda, Jakarta, Senin (27/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena masih diminta masuk kerja setiap hari, maka karyawan menjadi tidak bebas untuk mencari pekerjaan baru.

"Saya belum belum tenang cari pekerjaan lain, karena status di sini belum jelas, yang pasti semua memang akan diberhentikan," ujarnya.

Keresahan bertambah karena bagi karyawan tidak mudah untuk mencari pekerjaan baru di masa krisis seperti saat ini.

"Yang pasti karyawan resah dan bingung ke depannya gimana. Apalagi umur saya segini, cari kerja nggak gampang. Anak istri saya ke depan gimana," kata karyawan lain berumur 41 tahun.

Menurut keterangan mereka, karyawan yang sudah bekerja 1 tahun akan menerima pesangon sebesar 1 kali gaji pokok. Karyawan yang sudah bekerja 2 tahun akan menerima pesangon 2 kali gaji pokok. Sementara karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun akan menerima pesangon 9 kali gaji pokok plus 1 kali gaji.

Namun karyawan tetap berharap ada tunjungan-tunjangan lain yang dimasukkan dalam pesangon tersebut. Hal ini karena ada sebagian karyawan yang masih memiliki kewajiban pinjaman pada Bank IFI sehingga jika pesangonnya dipotong bisa jadi malah akan minus.

"Diharapkan sih dapat lebih, karena ada kewajiban lainnya seperti pinjaman karyawan, jadi malah bisa dapat minus. Saya berharap selain pesangon ada plus-plus-nya. Biasanya di bulan Juni ada tunjangan pendidikan," tambahnya
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads