AIU Indonesia Genjot Sektor Ritel di 2009

AIU Indonesia Genjot Sektor Ritel di 2009

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 13:23 WIB
AIU Indonesia Genjot Sektor Ritel di 2009
Jakarta - PT AIU Indonesia akan terus meningkatkan komposisi penjualan untuk segmen ritel atau keagenan asuransi hingga 30% sampai 40% pada tahun 2009. Pada tahun lalu kotribusi penjualan melalui agen masih berada diangka 24% sedangkan segmen korporasi masih dominan sebesar 64%.

"30% sampai 40%, kita akan fokus pada mikro konsumer," kata Presiden Direktur PT Asuransi AUI Indonesia Michael Balkeway dalam acara konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Senin (27/4/2009).

Dikatakannya pada tahun 2009 ini, pihaknya masih mengharapkan pertumbuhan  double digit, termasuk untuk pertumbuhan premi. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan asuransi unit syariah, hingga saat ini masih menunggu kepastian dari regulator.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Michael menjelaskan secara mendasar pada tahun 2009, pihaknya akan menitik beratkan pada pembenahanan atau perbaikan di 3 masalah yaitu peningkatan distribusi jaringan baik keagenan, broker, bank dan lain-lain. Masalah perbaikan teknologi dan sistem pun akan diperbaiki termasuk rencana pengembangan telemarketing dan yang terakhir pengambangan produk baru.

"Tahun lalu 64% pendapatan itu dari broker, 24% dari agen, sisanya bank, travel agen," jelasnya.

Sementara itu Vice President PT  Asuransi AIU  Indonesia Swandy Kendy mengatakan upaya untuk menciptakan keseimbangan penjualan antara ritel dan korporasi tidak terlepas dari antisipasi kondisi perekonomian yang masih lesu dimana sektor korporasi termasuk manufaktur masih terkena dampak.

Bahkan kata dia, prospek asuransi umum  secara keseluruhan bakal mengalami perlambatan hingga 25% di tahun ini karena  selama ini lebih  fokus pada kendaraan dan properti yang justru cukup kena imbas krisis.

"Kalau ke depan ekonomi belum membaik apalagi invetasi belum membaik, kendala akan selalu ada bagi asuransi umum," jelasnya.

Ia mengatakan untuk  kinerja AIU Indonesia  pada kuartal pertama 2009, pencapaian premi masih tumbuh 18%,  hal ini kata dia sudah cukup bagus untuk kondisi saat ini yang belum ada kepastian.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads