"30% sampai 40%, kita akan fokus pada mikro konsumer," kata Presiden Direktur PT Asuransi AUI Indonesia Michael Balkeway dalam acara konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Senin (27/4/2009).
Dikatakannya pada tahun 2009 ini, pihaknya masih mengharapkan pertumbuhan double digit, termasuk untuk pertumbuhan premi. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan asuransi unit syariah, hingga saat ini masih menunggu kepastian dari regulator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu 64% pendapatan itu dari broker, 24% dari agen, sisanya bank, travel agen," jelasnya.
Sementara itu Vice President PT Asuransi AIU Indonesia Swandy Kendy mengatakan upaya untuk menciptakan keseimbangan penjualan antara ritel dan korporasi tidak terlepas dari antisipasi kondisi perekonomian yang masih lesu dimana sektor korporasi termasuk manufaktur masih terkena dampak.
Bahkan kata dia, prospek asuransi umum secara keseluruhan bakal mengalami perlambatan hingga 25% di tahun ini karena selama ini lebih fokus pada kendaraan dan properti yang justru cukup kena imbas krisis.
"Kalau ke depan ekonomi belum membaik apalagi invetasi belum membaik, kendala akan selalu ada bagi asuransi umum," jelasnya.
Ia mengatakan untuk kinerja AIU Indonesia pada kuartal pertama 2009, pencapaian premi masih tumbuh 18%, hal ini kata dia sudah cukup bagus untuk kondisi saat ini yang belum ada kepastian.
(hen/ir)











































