Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menyatakan, langkah ini dilakukan menyusul liberalisasi sebagian sektor jasa yang ditujukan agar Malaysia bisa lebih kompetitif di tengah pelemahan ekonomi dunia.
"Kebijakan liberalisasi yang diumumkan hari ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan Malaysia dengan perekonomian internasional sekaligus menggiatkan intergrasi ekonomi regional yang lebih besar," jelas PM Najis dalam konferensi persnya seperti dikutio dari AFP, Senin (27/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara kepemilikan asing di bank investasi, bank syariah dan takaful dinaikkan dari maksimal 49% menjadi 70%.
"Batasan kepemilikan asing untuk bank komersial domestik masih tetap seperti saat ini yakni 30%," tambah PM Najib.
Sektor perbankan dan asuransi di Malaysia secara total mempekerjakan sekitar 140.000 karyawan. Malaysia saat ini tercatat memiliki 13 bank asing yang beroperasi secara lokal termasuk HSBC dan Citibank, 3 bank syariah asing. Dalam 1 dekade, belum ada bank komersial asing yang mendapatkan izin untuk beroperasi di Malaysia.
"Dasar pemikiran dari liberalisasi ini adalah untuk meningkatkan hubungan internasilnal kami dengan beberapa negara di dunia sehingga investasi akan hadir. Ini penting ditengah melemahnya perekonomian global," ujar Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz.
PM Najib menambahkan, industri perbankan dan asuransi mewakili 11% PDB Malaysia di tahun 2008. Persentase itu meningkat dibandingkan tahun 2000 yang hanya 9,2%.
"Dalam 3 tahun terakhir, sektor keuangan dan asuransi tumbuh hingga 8,8% per tahun, melampau pertumbuhan PDB yang sekitar 6%," ujar Najib yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan ini.
Najib menambahkan, pemerintah Malaysia juga akan menawarkan 'fleksibilitas operasional' kepada institusi asing untuk memperbaiki jangkauan produk-produk finansial dan jasanya dengan menambah cabang. (qom/lih)











































