Laba BTPN Triwulan I-2009 Turun 47%

Laba BTPN Triwulan I-2009 Turun 47%

- detikFinance
Senin, 27 Apr 2009 18:40 WIB
Laba BTPN Triwulan I-2009 Turun 47%
Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat penurunan laba bersih triwulan I-2009 sebesar 47% menjadi  Rp 57,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Naiknya biaya operasional 20,5% menjadi Rp 281 miliar karena perusahaan melakukan investasi pengembangan bisnis, pembukaan cabang, perbaikan infrastruktur bank serta pelatihan karyawan menjadi salah satu tergerusnya laba BTPN.

"Kami percaya bahwa prospek perekonomian negara kita pada jangka menengah dan panjang sangat baik, oleh karena itu tahun 2009 adalah saat yang tepat untuk melakukan investasi," ungkap Jerry Ng, Direktur Utama BTPN dalam siaran pers, Senin (27/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jerry menjelaskan dalam pertumbuhan ekonomi yang melambat, BTPN tetap dapat meningkatkan penyaluran kredit sebesar 31%, menjadi Rp 11 triliun per posisi 31 Maret 2009. Kenaikan ini diikuti dengan kenaikan dana pihak ketiga sebesar 42% menjadi Rp 13,9 triliun.

Pertumbuhan kredit ini dilakukan dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian sehingga rasio kredit bermasalah (gross NPL) tetap terjaga bahkan turun dari 1,11% menjadi 0,78% dibandingkan kuartal pertama 2008, dengan net NPL turun menjadi hanya 0,02%. 

Pertumbuhan kredit diikuti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 42% dibandingkan posisi 31 Maret 2008, atau tumbuh 22% hanya selama kuartal pertama 2009.

Dengan pertumbuhan DPK yang sangat baik, LDR (Loan Deposit Ratio) mencapai 79% dibandingkan dengan 92% pada akhir tahun 2008 serta 86% pada kuartal pertama tahun 2008. Dan dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) terjaga pada tingkat 25,06%, maka BTPN sangat siap untuk meneruskan momentum peningkatan penyaluran kredit pada kuartal-kuartal yang akan datang.

Seiring dengan pertumbuhan kredit dan DPK, pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp 343,4 miliar, tumbuh 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau sebesar 12,1% selama kuartal pertama 2009. Sementara total aset atau aktiva mengalami pertumbuhan sebesar 37% menjadi Rp 16,1 triliun.
 
BTPN telah melayani nasabah pensiunan selama lebih dari 51 tahun. Mulai akhir 2008 BTPN memperluas fokus bisnisnya ke pangsa pasar usaha mikro & kecil (UMK) dengan meluncurkan BTPN Mitra Usaha Rakyat (BTPN MUR). Per 31 Maret 2009, cabang BTPN MUR telah tumbuh menjadi 107 cabang, sehingga keseluruhan jaringan kantor cabang BTPN menjadi 540, dengan penambahan karyawan baru yang mencapai 2.200 orang selama enam bulan terakhir ini.

Baru-baru ini, BTPN juga berhasil meraih penghargaan Banking Efficiency Award dari Bisnis Indonesia sebagai bank yang paling efisien untuk kategori bank dengan aset Rp 10 triliun sampai Rp 50 triliun.

(ir/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads