Direktur Direktorat Perbankan Syariah, Ramzi A Zuhdi mengatakan, liberalisasi tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap negara Indonesia.
"Saya kira tidak berpengaruh," ujarnya usai menghadiri acara seminar "Ekonomi Syariah, Alternatif Solusi Di Tengah Krisis Keuangan Global" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (28/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramzi optimis bahwa tidak akan terjadi pergeseran investor Indonesia ke negara tersebut. "Kita harus pelihara market kita," tegasnya.
Ia menegaskan, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih akan tumbuh di tengah himpitan global. "Pangsa pasar dari 2 persen bisa tumbuh mencapai angka diatas lima persen," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah Malaysia kemarin mengumumkan liberalisasi sektor keuangannya yang ditujukan agar Malaysia bisa lebih memiliki daya saing di tengah pelemahan ekonomi global.
Dengan aturan baru liberalisasi perbankan ini, maka 9 izin bank baru dan asuransi diterbitkan. Sebanyak 9 izin bank dan asuransi baru akan diterbitkan antara 2009-2011. Izin baru itu melibuti 5 bank komersial, dua bank syariah dan dua operator takaful alias asuransi syariah.
Sementara kepemilikan asing di bank investasi, bank syariah dan takaful dinaikkan dari maksimal 49% menjadi 70%.
(dru/qom)











































