Laba Turun 4%, DPK Bank Permata Tumbuh 41%

Laba Turun 4%, DPK Bank Permata Tumbuh 41%

- detikFinance
Rabu, 29 Apr 2009 06:41 WIB
Laba Turun 4%, DPK Bank Permata Tumbuh 41%
Jakarta - Di tengah persaingan ketat memperebutkan dana nasabah, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Permata justru tumbuh 41% selama triwulan I-2009. Dan layaknya bank-bank lain, Bank Permata juga mencetak penurunan laba sebesar 4%.

DPK Bank Permata meningkat signifikan menjadi Rp 42,6 triliun per 31 Maret 2009, naik dari Rp 30,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Deposito dan Giro  mencatat pertumbuhan  masing-masing sebesar 75% (Yoy) dan 13% (Yoy) menjadi Rp 26,8 triliun dan Rp 8,7 triliun  dengan  Tabungan berada di posisi  yang stabil di Rp 7,1 triliun.

Pertumbuhan DPK hingga 41% itu menopang pertumbuhan portofolio kredit dan aset pada kuartal I tahun 2009m sekaligus serta mempertahankan laju pertumbuhannyadi tengah kondisi pasar yang penuh dinamika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat  gembira  dengan  kenaikan  dana  pihak ketiga yang tinggi ditengah ketatnya  persaingan dalam memperoleh dana di industri perbankan dan Kami merasa hal ini  mencerminkan kepercayaan nasabah yang kuat terhadap Bank Permata," ujar Stewart  D.  Hall,  Direktur Utama Bank Permata dalam siaran persnya, Rabu (29/4/2009).

Kredit Bank Permata selama kuartal I-2009 tumbuh 25% dari Rp 28,3 triliun pada kuartal pertama 2008 menjadi Rp 35,2 triliun pada periode yang sama tahun 2009.  Total aset tercatat sebesar Rp 54,1 triliun, meningkat 31% dibandingkan posisi yang sama di akhir  Maret  tahun  2008.

Rasio keuangan Bank Permata adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83% hingga kuartal I tahun 2009. NPL Net tercatat 2,6% di bulan Maret 2009, rasio penyisihan atas aset produktif  pada  31  Maret  2009  mencapai 133%, dibandingkan 115% pada 31 Maret 2008. Rasio  Kecukupan Modal (CAR) sebesar 10,9% (setelah  memperhitungkan  risiko  pasar).

Pendapatan Bunga Bersih Bank Permata tumbuh 5% menjadi Rp 648,2 miliar, yang didorong  pertumbuhan  kredit  meskipun diimbangi oleh biaya dana yang tinggi. Sementara pendapatan  operasional  lainnya  meningkat hingga 30% YoY menjadi Rp  177,1 miliar, yang terutama ditopang performa yang kuat di  bisnis Treasury.

Laba operasional tercatat Rp  240,8 miliar atau meningkat sebesar  14%  dari  posisi  yang  sama tahun lalu sebesar Rp 211,6 miliar.

Namun untuk laba bersih tercatat turun tipis sebesar 4%  menjadi Rp 169,3 miliar disebabkan penurunan dari pendapatan operasional lainnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads