DPK Bank Permata meningkat signifikan menjadi Rp 42,6 triliun per 31 Maret 2009, naik dari Rp 30,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Deposito dan Giro mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 75% (Yoy) dan 13% (Yoy) menjadi Rp 26,8 triliun dan Rp 8,7 triliun dengan Tabungan berada di posisi yang stabil di Rp 7,1 triliun.
Pertumbuhan DPK hingga 41% itu menopang pertumbuhan portofolio kredit dan aset pada kuartal I tahun 2009m sekaligus serta mempertahankan laju pertumbuhannyadi tengah kondisi pasar yang penuh dinamika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit Bank Permata selama kuartal I-2009 tumbuh 25% dari Rp 28,3 triliun pada kuartal pertama 2008 menjadi Rp 35,2 triliun pada periode yang sama tahun 2009. Total aset tercatat sebesar Rp 54,1 triliun, meningkat 31% dibandingkan posisi yang sama di akhir Maret tahun 2008.
Rasio keuangan Bank Permata adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83% hingga kuartal I tahun 2009. NPL Net tercatat 2,6% di bulan Maret 2009, rasio penyisihan atas aset produktif pada 31 Maret 2009 mencapai 133%, dibandingkan 115% pada 31 Maret 2008. Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 10,9% (setelah memperhitungkan risiko pasar).
Pendapatan Bunga Bersih Bank Permata tumbuh 5% menjadi Rp 648,2 miliar, yang didorong pertumbuhan kredit meskipun diimbangi oleh biaya dana yang tinggi. Sementara pendapatan operasional lainnya meningkat hingga 30% YoY menjadi Rp 177,1 miliar, yang terutama ditopang performa yang kuat di bisnis Treasury.
Laba operasional tercatat Rp 240,8 miliar atau meningkat sebesar 14% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 211,6 miliar.
Namun untuk laba bersih tercatat turun tipis sebesar 4% menjadi Rp 169,3 miliar disebabkan penurunan dari pendapatan operasional lainnya.
(qom/qom)











































