Kompetisi Obligasi di Pasar Global Bakal Ketat di Semester II

Kompetisi Obligasi di Pasar Global Bakal Ketat di Semester II

- detikFinance
Rabu, 29 Apr 2009 08:21 WIB
Kompetisi Obligasi di Pasar Global Bakal Ketat di Semester II
Jakarta - Pemerintah sengaja menerbitkan obligasi global pada semester I-2009 karena pada semester II-209 akan banyak negara yang menerbitkan surat utang guna membiayai defisit anggarannya. Sehingga persaingannya makin ketat.
 
Hal ini dikatakan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa malam (28/4/2009).
 
"Karena itu pada kuartal I pemerintah banyak terbitkan obligasi, karena kuartal I masih positif, dengan semakin pulihnya ekonomi, maka kompetisi di pasar obligasi akan ketat di semester II-2009, sehingga harga menjadi meningkat," jelasnya.
 
Melihat situasi ini, pemerintah telah menjajaki pinjaman luar negeri, sehingga obligasi tidak menjadi satu-satunya sumber pembiayaan pemerintah. "Kita tidak mau depend on one source," ujarnya.
 
Sri Mulyani mengatakan, tahun 2009-2010, dunia akan dibanjiri oleh surat utang yang diterbitkan banyak negara khususnya AS untuk membiayai defisitnya guna memperbaiki kondisi perekonomiannya.
 
"Banyak negara terbitkan surat utang di 2009 dan 2010 untuk menambal defisitnya," jelasnya.
 
Dikatakannya perekonomian Indonesia sepanjang kuartal I-2009 masih cukup kuat karena tingkat konsumsi yang tetap tinggi. "Neraca pembayaran juga lebih baik dari yang diperkirakan, kerentanan kita tidak seburuk yang dibayangkan. APBN kuartal I-2009 masih surplus," katanya.

Sekedar informasi, selama semester I ini pemerintah telah dua kali menerbitkan obligasi global yakni Global MTN (Medium Term Notes) senilai US$ 3 miliar pad Februrai 2008 serta sukuk global Indo-sukuk Al Ijarah senilai US$ 650 juta pada 23 April 2009.

Hasil penerbitan MTN dan sukuk global ini akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2009 dan juga menambah cadangan devisa.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads