Dengan begitu, maka laba bersih per sahamnya juga meningkat 320% dari Rp 10 tahun lalu jadi Rp 42.
Dirut BNI Gatot Suwondo mengatakan perolehan laba bersih BNI didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 29% dan DPK sebanyak 30% di kuartal I-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Outstanding kredit BNI pada kuartal I-2009 mencapai Rp 114,77 triliun dari sebelumnya Rp 89,17 triliun pada triwulan pertama tahun lalu. Komposisi kredit masih didominasi kredit UKM yang mencapai 42%, disusul kredit korporasi 40% kredit konsumer 15% dan pembiayaan syariah 3%.
Sementara itu DPK BNI meningkat jadi Rp 165,04 triliun dengan komposisi 54% dana murah (tabungan dan giro) dan 46% deposito. Total aset BNI pada triwulan kali ini tercatat sebesar Rp 201,26 triliun atau naik 24% dibandingkan posisi akhir Maret 2008 sebesar Rp 162,27 triliun.
Kenaikan aktiva antara lain terjadi pada pos penempatan dana sebesar 127% dan pertumbuhan kredit 29% tadi.
CAR BNI di triwulan I-2009 sebesar 15% atau turun dari 2008 yang sebesar 16,3%. NPL juga turun dari 8,6% di triwulan I-2008 menjadi 5,6% di periode kali ini. (ang/lih)











































