Karyawan Bank IFI Menanti Pesangon

Karyawan Bank IFI Menanti Pesangon

- detikFinance
Rabu, 29 Apr 2009 15:45 WIB
Karyawan Bank IFI Menanti Pesangon
Jakarta - Pesangon karyawan PT Bank IFI (Bank IFI) masih belum dibayarkan. Hingga Rabu ini (29/4/2009) karyawan Bank IFI masih harus menunggu tanpa memperoleh kepastian dari pihak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Salah seorang karyawan Bank IFI yang ditemui detikFinance di kantor pusat Bank IFI di Plaza ABDA, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (29/4/2009) mengakui bahwa sampai hari ini karyawan belum menerima pesangon.

"Sampai sekarang saya dan yang lain juga belum menerima pesangon, LPS juga belum memberikan kepastian," ujar seorang karyawan Bank IFI yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ia juga mengatakan, saat ini para karyawan hanya disuruh menunggu saja. "Kata orang LPS, tunggu saja pesangon pasti dibayarkan," tuturnya.

Selain itu, karyawan tersebut mengungkapkan bahwa hampir seluruh karyawan Bank IFI sudah tidak bekerja lagi. "Karyawan yang dulu bekerja sekarang lagi sibuk mencari pekerjaan baru dirumah, yang hingga kini bekerja hanya staf bagian keuangan saja," katanya.

Berdasarkan pantauan detikFinance, kantor pusat Bank IFI kini terlihat lebih sepi. Tidak ada aparat kepolisian maupun Brigade Mobil (Brimob) yang berjaga seperti hari-hari sebelumnya. Hanya terlihat beberapa petugas keamanan yang diutus dari pihak LPS melalui yayasan Mitra Sarana untuk bertugas melakukan pengawasan di kantor pusat tersebut.

Pemilik Bank IFI, Bambang Rachmadi juga sempat mendatangi kantor tersebut. Dengan mengenakan baju batik dan celana bahan berwarna hitam, ia terlihat terburu-buru meninggalkan kantor tersebut dengan menggunakan mobil Toyota Kijang berwarna hitam.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 11/ 19 /KEP.GBI/2009 tanggal 17 April 2009, BI memutuskan untuk mencabut izin usaha PT Bank IFI. LPS sudah menyediakan dana sekitar Rp 200 miliar untuk membayar dana nasabah.
(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads