Demikian disampaikan Direktur Risk Management Sentot A Sentosa usai paparan kinerja Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Ada 135 debitor yang dibidik Mandiri, nilainya Rp 12 triliun. Tapi belum masuk restructuring dan berpotensi membuat NPL naik di kuartal kedua. Namun sejauh ini masih melihat cashflow hariannya dan di April masih bagus," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdul, PT Benua Indah menjanjikan akan menggelar pelelangannya sesudah pemilu. Namun hingga kini Benua Indah belum juga merealisasikan janjinya itu.
"Proses hukum akan kita lanjutkan dan dokumen sudah masuk di pengadilan niaga. Aset Benua Indah sebenarnya banyak dilirik di kuartal I, sudah ada debitor yang mau restrukturiasi ulang untuk menggarap dua proyek," katanya. (dru/lih)











































