Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo usai paparan kinerja BNI kuartal pertama 2009 di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Untuk laba akhir tahun dikali 4, ya kita amin saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kuartal pertama 2009, perseroan berhasil memperoleh fee base income sebesar Rp 1,21 triliun. Angka tersebut meningkat sebanyak 44 persen dari perolehan tahun lalu pada periode yang sama Rp 842 miliar.
"Ke depan, fee based income ini akan menjadi grand scenario bagaimana kita bisa menutupi biaya operasi," katanya.
Saat ini biaya operasi perusahaan plat merah tersebut sebesar Rp 1,6 triliun. Menurutnya, jika biaya operasi tersebut bisa ditutup maka perseroan bisa berkembang tanpa harus memperhatikan margin.
Pemenuhan fee based income tersebut akan digenjot melalui berbagai transaksi yang dilakukan perseroan baik di dalam maupun di luar negeri.
Perseroan juga banyak mendapat keuntungan dari jasa pengiriman uang ke luar negeri atau remittance yang membantu fee base income.
Selain dari para tenaga kerja indonesia (TKI) yang berada di luar negeri untuk pengiriman uang, sedangkan penerimaan dari luar negeri banyak diperoleh dari investor.
"Kita punya sekitar 70.000 customer base remittance. Selain keuntungan dari ongkos kirim kita juga dapat dari nilai tukar. Diharapkan ini bisa dongkrak fee base income kita," imbuhnya.
(ang/qom)











































