Demikian dikatakan oleh Pengamat Perbankan dari Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (1/5/2009).
"Sudah saya prediksi April akan terjadi deflasi, sehingga bisa menjadi stimulus penurunan BI Rate sebesar 25 bps," ujarnya.
Ia mengatakan, pada bulan Mei nanti BI Rate bisa turun lagi menjadi 7,25 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ryan mengatakan, penurunan BI Rate tersebut akan memacu perbankan untuk menurunkan bunga suku bunga depositonya.
"Apalagi sudah ada upaya-upaya dari beberapa bank untuk menghimbau deposan-deposan besarnya untuk legowo jika bank-bank turunkan bunga dana (deposito)," tuturnya.
Ia menjelaskan, penurunan suku bunga deposito nantinya juga akan menurunkan suku bunga kredit perbankan. "Soalnya bunga kredit bisa turun kalau bunga dana mahal (deposito) juga turun," pungkasnya.
(dru/qom)











































