Hal ini dikatakan oleh Direktur UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sulaiman Arif Arianto ketika ditemui di acara pertemuan tahunan ADB di Hotel Westin, Nusa Dua, Minggu (3/5/2009).
"Untuk deposito, perbankan masuk belum berani menurunkan suku bunga deposito sehingga cost of fund (biaya dana) masih tingga dan akibatnya suku bunga kredit masih sulit turun," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih keringnya kondisi likuiditas akibat krisis sektor keuangan global
menyebabkan perbankan berlomba menarik dana masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Eksekutif LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) Firdaus Djaelani mengatakan, bank-bank BUMN sebagai pemegang 35% dari total aset perbankan nasional, harusnya bisa menjadi pelopor bagi penurunan suku bunga deposito sehingga suku bunga kredit bisa turun," tuturnya.
Firdaus mengatakan, idealnya komposisi dana deposito di perbankan pada maksimal hanya 40% dari total DPK (Dana Pihak Ketiga), agar tidak berat menurunkan bunga kreditnya.
Sementara itu mengenai Bank Century yang masih menawarkan suku buga deposito tinggi, Firdaus mengatakan LPS sebagai pengelola Bank Century tidak bisa mewajibkan Bank Century untuk memberikan suku bunga deposito sesuai dengan suku bunga penjaminan LPS.
"Kalau suku bunga deposito diturunkan memang akan sulit mengikuti persaingan saat ini, jadi dia (bank Century) harus mengikuti irama di pasar, kalau tidak akan sulit mendapatkan dana. Sementara saat ini, bank-bank besar tidak ada yang mau menjadi pioneer penurunan suku bunga deposito," katanya.
Β
(dnl/lih)











































