Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, karena pencairan anggaran proyek-proyek pemerintah belum lancar, kontraktor mulai menghadapi masalah dalam pembayaran kreditnya kepada bank.
"Kontraktor adalah salah satu industri yang perlu diwaspadai karena NPL-nya cenderung meningkat, tapi kalau ada government spending akan jadi sehat," ujarnya ketika ditemui para acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (3/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
paparnya.
Agus mengatakan, memang pemerintah menjamin proyek-proyek yang dibangunnya karena dananya langsung dari APBN, namun keterlambatan pencairan anggaran membuat kontraktor menghadapi kesulitan.
"Kalau stimulus ke sektor riil kan melalui departemen-departemen, nah kalau departemen keluarkan uang saya rasa bank tidak perlu jaminan karena mereka bisa langsung biayai kontraktor yang lakukan realisasi proyek pemerintah," jelasnya.
Sementara itu mengenai pertumbuhan kredit perbankan yang stagnan di kuartal I-2009, Agus mengatakan permintaan kredit di kuartal I-2009 ini turun dibandingkan posisi akhir 2008.
"Ini ada faktor diawal tahun biasanya agak lamban, tapi juga respons daripada demand yang turun pada 2009 dibanding 2008," tukasnya.
(dnl/ir)











































