Perbankan Jangan Cuma Beri Kredit dari Sisi Komersial

Perbankan Jangan Cuma Beri Kredit dari Sisi Komersial

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2009 09:17 WIB
Perbankan Jangan Cuma Beri Kredit dari Sisi Komersial
Nusa Dua, Bali - Perbankan nasional saat ini masih menitikberatkan aspek komersial sebagai dasar pemberian kredit. Karenanya perbankan nasional harus menjadi inisiator bagi pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berwawasan lingkungan.

Karena eskploitasi sumber daya alam yang berlebihan untuk menggerakan perekonomian akan menyebakan terjadinya kerusakan lingkungan yang dalam jangka panjang akan memicu kemiskinan lebih besar.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Thomas Arifin mengatakan perbankan sebagai institusi pembiayaan dapat meningkatkan perannya dalam pembangunan berwawasan lingkungan, melalui dukungan pembiayaan ke proyek-proyek berwawasan lingkungan, seperti pemanfaatan sumber energi alternatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu perbankan juga bisa memasukkan kriteria pengelolaan lingkungan atas proyek-proyek yang dibiayainya,"
katanya di sela-sela pertemuan tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB) di Nusa Dua, Bali, Senin (4/5/2009).

Ia mengatakan perbankan nasional saat ini masih menitikberatkan aspek komersial sebagai dasar pemberian kredit. Sementara perusahaan di Indonesia juga masih berpandangan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan beban usaha.

Padahal pengelolaan lingkungan yang baik justru akan menurunkan risiko usaha akibat kerawanan sosial dan menjadi investasi jangka panjang.

Dalam kaitannya dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, Bank Mandiri telah menjalin kerjasama pembiayaan untuk proyek-proyek yang ramah lingkungan dari Agence Française de Développement (AFD).

AFD  merupakan lembaga keuangan pemerintah Prancis yang memiliki fokus pembiyaaan pada proyek-proyek untuk peningkatan efisiensi energi.

Thomas menjelaskan, dalam kerjasama tersebut, Bank Mandiri memperoleh long term funding senilai US$ 100 juta yang diperuntukan bagi pembiayaan proyek-proyek bernilai maksimal US$ 15 juta, yang dinilai memenuhi persyaratan AFD, yaitu ramah lingkungan.

Selain dari AFD, Bank Mandiri juga memperoleh dukungan pembiayaan sejenis dari Asian Development Bank (ADB).  Menurutnya, Bank Mandiri mendapatkan dukungan pembiayaan hingga US$ 300 juta karena dinilai telah memenuhi kriteria yang ditetapkan ADB, yakni memenuhi persyaratan dalam kebijakan lingkungan ADB, antara lain sistem manajemen lingkungan dan sosial dan memasukkan aspek dampak sosial dan lingkungan dalam setiap proyek yang dibiayai.

Dalam situs ADB juga disebutkan bahwa Bank Mandiri adalah bank pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh fasilitas pinjaman dari ADB.

Menanggapi pemberian fasilitas tersebut, Thomas mengatakan Bank Mandiri akan menggunakan pembiayaan dari kedua institusi tersebut untuk mendorong investasi di sektor usaha yang berbasis pengeloolaan lingkungan hidup.

"Berdasarkan laporan ADB, Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Tenggara yang paling rentan terhadap dampak pemanasan global akibat kerusakan lingkungan. Hal ini yang menjadi titik kepedulian Bank Mandiri," kata Thomas.

(ang/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads