Demikian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/5/2009).
"Gambaran dan perkembangan perekonomian global yang membaik direspons secara positif terlihat seperti dari berbagai indikator-indikator keuangan seperti indeks pasar saham dunia dan spread premi risiko yang menurun tajam," jelas siaran pers dari BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun Bank Indonesia mencermati bahwa perekonomian dunia diperkirakan masih mengalami kontraksi meskipun dengan laju yang melambat," jelas Dyah.
BI juga memperkirakan perekonomian Indonesia 2009 masih akan berada pada kisaran 3-4%, didukung oleh permintaan domestik yang cukup baik disertai kinerja ekspor yang lebih baik dari perkiraan semula. Sementara itu, inflasi 2009 diperkirakan dapat mencapai batas bawah kisaran 5-7%.
Kondisi perbankan nasional tetap terjaga baik. Rasio kecukupan modal masih cukup tinggi yakni 17,4% dengan Gross Non Performing Loan (NPL) tetap terkendali di bawah 5%. Likuiditas Perbankan, termasuk likuiditas dalam pasar uang antar bank makin membaik dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat. Penyaluran kredit dalam triwulan I-2009 masih belum optimal, meskipun diharapkan akan meningkat dalam triwulan II-2009.
BI Rate 7,25% tersebut berarti terendah dalam 4 tahun sejak Juli 2005. BI Rate tertinggi dalam 4 tahun terakhir terjadi pada periode 6 Desember 2005 hingga 5 April 2006 saat BI Rate mencapai 12,75%.
Seiring membaiknya perekonomian setelah dihantam krisis finansial, BI telah menurunkan BI Rate secara gradual sebesar 25 basis poin sejak 6 November 2008. Catatan BI Rate sejak November 2008:
- 3 April 2009 7,50%
- 4 Maret 2009 7,75%
- 4 Februari 2009 8,25%
- 7 Januari 2009 8,75%
- 4 Desember 2008 9,25%
- 6 November 2008 9,50%.











































