Demikian dikemukakan oleh Direktur Korporasi BNI Khrisna Suparto usai BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
"Karena ada batasan BMPK kita hanya bisa ngasih sampai Rp 4 triliun kepada BUMN," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi enggak bisa dibilang bakal diambil semua tahun ini," ungkapnya.
Hingga triwulan-I 2009, total kredit yang sudah disalurkan bank plat merah itu ke berbgaai perusahaan mencapai Rp 10 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, kerjasama antar BUMN harus ditingkatkan tetapi jangan sampai membunuh perusahaan swasta.
"Saya minta sinergi antara BUMN dengan Bank BUMN menggunakan standar yang sama dengan swasta. Jangan sampai karena sesama saudara jadi diberi bunga yang lebih rendah," ucapnya.
Ia juga mengatakan tidak ingin kasus kredit macet di BUMN terulang kembali seperti jaman dahulu. Menurutnya, pada waktu itu banyak perusahaan negara yang tidak bayar utang kepada BUMN dengan berbagai alasan.
"Zaman dulu tidak semua kredit dikembalikan, mungkin karena bukan pertimbangan bisnis tapi lebih ke politis sehingga banyak kasus macet antara BUMN dan Bank BUMN. Dulu itu tidak seketat hari ini," ujarnya.
(ang/ir)











































