"NPL saat ini masih terkendali, karena batas BI masih 5 persen," ujar Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Selasa (6/5/2009).
Data yang dirilis BI, NPL perbankan nasional adalah NPL Gross sebesar 4,5% dan NPL Net 1,9% pada Maret 2009, naik tipis dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 4,3% dan 1,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, NPL berada di kisaran angka tersebut karena memang pertumbuhan kredit tidak naik atau flat.
"Sehingga faktor pembaginya jadi turun, nantinya kredit yang diperkirakan tumbuh ditriwulan kedua akan membuat prensentasenya akan berubah," jelas Muliaman.
Kredit bulan Maret, lanjut Muliaman, pertumbuhannya flat terutama di sektor korporasi. Namun pertumbuhan kredit mendapatkan dukungan dari sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang naik.
"Saya kira situasinya masih akan terus seperti ini sampai jika bagian terburuk dari krisis sudah lewat, yang akan muncul yakni positif persepsinya dan akan mengurangi NPL yang naik," tutur Muliaman.
Kondisi perbankan saat ini, menurut Muliaman masih tidak ada masalah besar dan kondisinya masih likuid. "Potensi pasar perbankan masih besar, yang menjadi kendala saat ini hanyalah tantangan kepada para bankers," ujarnya.
Dengan kondisi likuid yang banyak, bagaimana potensi dan demand bisa ditingkatkan lagi oleh para bankers.
"Banyak sinyalemen positif seperti ada gambaran yang mix mengenai indeks bounching, rupiah menguat, ekspor naik, sehingga perkembangan-perkembangan tersebut tidak boleh dikesampingkan," katanya.
Muliaman mengatakan, hal tersebut akan menambahkan optimisme tersendiri dan dampaknya juga akan lebih cepet. "Fenomena-fenomena tersebut mudah-mudaha sustain," pungkasnya.
(dru/qom)











































