Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/5/2009).
"Dengan penurunan BI Rate menjadi 7,25, masyarakat penabung melihat makin lama makin kecil return-nya, maka mereka akan mulai mencari alat investasi yang memberikan return yang lebih baik. Makanya mereka mulai masuk apakah beli ke saham atau mulai masuk ke capital market," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu masyarakat akan masuk ke sektor yang lebih produktif, atau return lebih besar," imbuhnya.
Terkait belum turunnya suku bunga kredit perbankan, Sri Mulyani mengatakan memang belum semua bank bisa menurunkan suku bunga kreditnya karena tergantung kesehatan bank itu sendiri.
"Kalau bank memiliki neraca keuangan yang sehat, maka dengan suku bunga acuan atau BI Rate yang turun berarti suku bunga deposito turun dan bank punya ruangan untuk meng-adjust cost of lending. Tapi masing-masing bank punya kapasitas yang berbeda tergantung dari kesehatan bank itu sendiri," tuturnya.
(dnl/qom)











































