Imbal Hasil Jamsostek Capai Rp 2 Triliun

Imbal Hasil Jamsostek Capai Rp 2 Triliun

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 14:30 WIB
Imbal Hasil Jamsostek Capai Rp 2 Triliun
Jakarta - Imbal hasil atau keuntungan investasi PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) di triwulan-I 2009 mencapai Rp 2,048 triliun. Angka tersebut setara dengan 29,91 persen dari target akhir tahun sebanyak Rp 6,848 triliun.

Demikinan hal itu dikemukakan oleh Direktur Investasi Jamsostek Elvin G. Masassya di sela acara press gathering di Hotel Gran Melia, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/5/2009).

"Ini sudah melebihi target, biasanya kan kalau per kuartal itu 25 persen dari target," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, keuntungan terbesar yang didapat perusahaan plat merah tersebut dari investasi obligasi yang mencapai Rp 1,146 triliun. Disusul keuntungan deposito sebesar Rp 592 triliun, saham Rp 267,7 miliar, reksadana Rp 24,8 miliar dan properti Rp 18,25 miliar

"Alokasi terbesar kita masih di bond, 50 persen dari total investasi. Bisa bond negara atau korporasi. Karena ketika suku bunga turun, sebaliknya bond naik," ujarnya.

Ia mengatakan, total dana investasi yang dipakai perseroan sepanjang 3 bulan pertama tahun 2009 sebanyak Rp 64,33 triliun. Sedangkan anggaran investasi yang tersedia hingga akhir tahun mencapai Rp 72,74 triliun.

Total dana investasi di 3 bulan pertama 2009 tersebut terbagi dalam bentuk obligasi sebanyak Rp 30,9 triliun, deposito sebesar Rp 22,05 triliun, saham sebanyak Rp 8,95 triliun, reksadana Rp 1,87 triliun dan properti sebanyak Rp 503,5 miliar.

Ia menambahkan, pada bulan April ini perseroan mendapatkan unrealized gain dari saham setelah tahun mengalami unrealized loss sebesar Rp 2 triliun.

"Kuartal pertama kemarin masih ada unrealized loss, tapi april ini kita ada gain sekitar ratusan miliar karena kita masuk pada saat indeks melemah," ujarnya.

Ia juga mengatakan, transaksi saham yang dilakukan Jamsostek sepanjang triwulan-I mencapai Rp 1,7 triliun. Menurutnya, perseroan banyak berinvestasi di saham yang likuid dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar juga perusahaan yang banyak mendukung pertumbuhan ekonomi.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads