Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mengatakan, kendati 10 dari 19 bank yang ikut stress test ternyata membutuhkan modal, namun hasil stress test itu mestinya bisa memberikan pertimbangan yang baik kepada investor dan publik.
Bernanke juga menyatakan, hasil stress test yang merupakan 'pesanan' dari pemerintah Obama menunjukkan bahwa bank-bank dapat bertahan terhadap skenario ekonomi yang berkebalikan, namun tetap perlu meningkatkan modal baru guna meningkatkan cadangan atas kerugian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantara 19 bank yang diikutkan dalam stress test, Bank of America tercatat membutuhkan tambahan modal terbesar. Berikut daftar kebutuhan modal dari bank-bank yang ikut stress test:
- Bank of America: US$ 33,9 miliar
- Wells Fargo: US$ 13,7 miliar
- GMAC, eks unit finansial General Motors: US$ 11,5 miliar
- Citigroup: US$ 5,5 miliar
- Regions Financial: US 2,5 miliar
- SunTrust: US$ 2,2 miliar
- KeyCorp: US$ 1,8 miliar
- Morgan Stanley: US$ 1,8 miliar
- Fifth Third: US$ 1,1 miliar
- PNC: US$ 600 juta.
Bernanke menyatakan, hampir seluruh bank memiliki modal yang cukup untuk meredam kerugian yang lebih besar di bawah skenario hipothetical yang berkebalikan.
"Namun 10 perusahaan yang dinilai memiliki kekurangan modal itu perlu meningkatkan struktur keuangannya guna memberikan perlindungan lebih besar pada saham biasa, sehingga bisa memberikan perlindungan terbaik bagi institusi tersebut selama periode tekanan," ujar Bernanke seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/5/2009).
Institusi finansial yang dianggal tidak memerlukan modal adalah: American Express, BB&T, Bank of New York Mellon, Capital One, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, MetLife, State Street and US Bancorp.
Bank of America yang disebut membutuhkan tambahan modal terbesar menyatakan pihaknya akan segera memenuhi ketentuan tersebut melalui penjualan aset dan langkah lainnya sehingga bisa membayar kewajiban ke pemerintah.
"Bank of America cenderung untuk menjual saham biasa dan atau mengkonversi saham preffered menjasi saham biasa untuk memenuhi kebutuhan modal inti," demikian pernyataan dari BoA.
Hal senada disampaikan Wells Fargo, yang juga berniat untuk menerbitkan saham baru hingga miliaran dolar. Morgan Stanley pun demikian halnya, berniat menerbitkan saham publik hingga US$ 2 miliar dan segera membayar bailout pemerintah secepatnya.
(qom/qom)











































