10 Bank Besar AS Butuh Tambahan Modal US$ 74,6 Miliar

10 Bank Besar AS Butuh Tambahan Modal US$ 74,6 Miliar

- detikFinance
Jumat, 08 Mei 2009 06:48 WIB
10 Bank Besar AS Butuh Tambahan Modal US$ 74,6 Miliar
Washington - Hasil uji beban atau stress test menunjukkan 10 bank besar AS membutuhkan tambahan modal hingga US$ 74,6 miliar. Bank of America tercatat membutuhkan tambahan modal terbesar, atau hingga setengah dari total kebutuhan tersebut.

Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mengatakan, kendati 10 dari 19 bank yang ikut stress test ternyata membutuhkan modal, namun hasil stress test itu mestinya bisa memberikan pertimbangan yang baik kepada investor dan publik.

Bernanke juga menyatakan, hasil stress test yang merupakan 'pesanan' dari pemerintah Obama menunjukkan bahwa bank-bank dapat bertahan terhadap skenario ekonomi yang berkebalikan, namun tetap perlu meningkatkan modal baru guna meningkatkan cadangan atas kerugian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu AS Timothy Geithner mengatakan, hasil stress test itu diharapkan mampu menyingkirkan awan ketidakpastian yang selama ini menyelimuti sistem perbankan dengan adanya transparansi dan kejelasan.

Diantara 19 bank yang diikutkan dalam stress test, Bank of America tercatat membutuhkan tambahan modal terbesar. Berikut daftar kebutuhan modal dari bank-bank yang ikut stress test:
  1. Bank of America: US$ 33,9 miliar
  2. Wells Fargo: US$ 13,7 miliar
  3. GMAC, eks unit finansial General Motors: US$ 11,5 miliar
  4. Citigroup: US$ 5,5 miliar
  5. Regions Financial: US 2,5 miliar
  6. SunTrust: US$ 2,2 miliar
  7. KeyCorp: US$ 1,8 miliar
  8. Morgan Stanley: US$ 1,8 miliar
  9. Fifth Third: US$ 1,1 miliar
  10. PNC: US$ 600 juta.

Bernanke menyatakan, hampir seluruh bank memiliki modal yang cukup untuk meredam kerugian yang lebih besar di bawah skenario hipothetical yang berkebalikan.

"Namun 10 perusahaan yang dinilai memiliki kekurangan modal itu perlu meningkatkan struktur keuangannya guna memberikan perlindungan lebih besar pada saham biasa, sehingga bisa memberikan perlindungan terbaik bagi institusi tersebut selama periode tekanan," ujar Bernanke seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/5/2009).

Institusi finansial yang dianggal tidak memerlukan modal adalah: American Express, BB&T, Bank of New York Mellon, Capital One, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, MetLife, State Street and US Bancorp.

Bank of America yang disebut membutuhkan tambahan modal terbesar menyatakan pihaknya akan segera memenuhi ketentuan tersebut melalui penjualan aset dan langkah lainnya sehingga bisa membayar kewajiban ke pemerintah.

"Bank of America cenderung untuk menjual saham biasa dan atau mengkonversi saham preffered menjasi saham biasa untuk memenuhi kebutuhan modal inti," demikian pernyataan dari BoA.

Hal senada disampaikan Wells Fargo, yang juga berniat untuk menerbitkan saham baru hingga miliaran dolar. Morgan Stanley pun demikian halnya, berniat menerbitkan saham publik hingga US$ 2 miliar dan segera membayar bailout pemerintah secepatnya.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads