Suku Bunga Bank BUMN Mungkin Baru Turun Juni

Suku Bunga Bank BUMN Mungkin Baru Turun Juni

- detikFinance
Jumat, 08 Mei 2009 13:32 WIB
Suku Bunga Bank BUMN Mungkin Baru Turun Juni
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis suku bunga perbankan plat merah bisa turun di bulan Juni 2009 menyusul penurunan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,25 persen.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai shalat Jumat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (8/5/2009).

"Kemungkinan pasti (turun bulan Juni), begitu kondisi kita lebih baik dan risiko lebih baik dan SBI sudah turun, bunga internasional sudah turun, pasti itu akan terjadi," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, selama ini respons bank BUMN masih lambat karena masih melihat persepsi risiko yang cukup tinggi walau kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik daripada negara-negara lain di Eropa dan Amerika.

Namun begitu, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi untuk melakukan penurunan suku bunga di perbankan milik negara.

"Saya tidak bisa memberikan arahan itu. Karena ini kan bank sekarang akan tunduk kepada sistem perbankan BI dan itu ketat sekali," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, lambatnya respons penurunan suku bunga bukan terkendala masalah likuiditas, karena saat ini likuiditas 4 bank milik pemerintah masih tergolong bagus.

"Likudiitas mereka cukup banyak, kita lihat banyak yang ditempatakan di SBI. Sekarang ini masalahnya, persepsi terhadap risiko yang barangkali masih tinggi," tukasnya.

Sementara Kepala ekonom BNI  Tony A Prasetiantono mengatakan, dengan penurunan BI Rate menjadi 7,25%, maka idealnya suku bunga deposito berada di level 7,25 dan suku bunga kredit sekitar 11 persen.

Namun penurunan suku bunga deposito dan kredit tersebut belum dapat direalisasikan jika tekanan likuiditas masih  terjadi, dan persaingan memperebutkan DPK (antara lain bank besar vs bank kecil) masih berlanjut.

"Jika ini belum selesai, maka BI rate turun tidak bisa segera direspons dengan penurunan bunga deposito dan kredit," ungkap Tony dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.

Tony justru berharap jika capital inflow yang akhir-akhir ini terus berlanjut, akan menyebabkan relaksasi likuditas dalam negeri. Hal inilah yang akan menjadi kunci penurunan suku bunga deposito.

"Faktor ini mungkin lebih kunci daripada faktor BI rate yang sudah terbukti berkali-kali turun tapi belum menghasilkan penurunan bunga bank. Jadi, saya kira, capital inflow lah yang akan menjadi motor dan inspirasi penurunan bunga bank," ungkap Tony.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads