Surplus BI yang mencapai Rp 17,248 triliun itu membaik ketimbang defisit di tahun 2007 yang sebesar Rp 1,422 triliun.
Dalam laporan keuangan BI 2008 yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (11/5/2009) laporan keuangan bank sentral tersebut mendapat opini 'Wajar Tanpa Pengecualian'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerimaan BI tersebut berasal dari:
- Pengelolaan Moneter Rp 44,731 triliun
- Pengelolaan Sistem Pembayaran Rp 168,974 miliar
- Pengawasan Perbankan Rp 180,546 miliar
- Lain-lain Rp 250,236 miliar
Sedangkan jumlah beban yang ditanggung selama 2008 sebesar Rp 28,082 triliun turun 7,8% dibanding jumlah beban di tahun 2007 yang sebesar Rp 30,458 triliun.
Namun dari sisi aset, jumlah aset BI di tahun 2008 hanya sebesar Rp 864,199 triliun yang turun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 973,026 triliun.
Penurunan aset tersebut terutama karena berkurangnya Surat Berharga yang dipegang BI yang di tahun 2008 sebesar Rp 499,632 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 592,984 triliun.
Aset BI sepanjang 2008 terdiri dari:
- Emas Rp 22,230 triliun
- Uang Asing Rp 11,055 miliar
- Hak Tarik Khusus Rp 373,952 miliar
- Giro Rp 34,263 triliun
- Deposito Rp 7,078 triliun
- Surat Berharga Rp 499,632 triliun
- Surat Utang Negara RI Rp 19,558 triliun
- Surat Berharga-Repo Rp 2,885 triliun
- Tagihan Rp 284,512 triliun
- Penyertaan Rp 932,753 miliar
- Aktiva Lain-lain Rp 9,194 triliun
- Penyisihan aktiva (Rp 16,474 triliun).
(ir/qom)











































