Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad dalam Seminar Nasional Menuju Pendirian Bank Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Center, Bogor, Senin (11/5/2009).
"Pembiayaan untuk sektor pertanian, lebih ditingkatkan melalui bank-bank yang sudah ada. Jangka panjang, opsi-opsi tersebut seperti membentuk bank pertanian akan menjadi opsi jangka panjang kedepannya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Skim-skim yang ada seperti KUR, PNPM, Kredit Ketahanan Pangan lebih diberdayakan dan lebih dioptimalkan kembali," jelas Muliaman.
Sedangkan menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, kucuran kredit dari program-program tersebut masih terhambat karena tidak semua pelaku pertanian bisa mengaksesnya. Kendalanya antara lain terkait agunan, administrasi, akses jangkauan, dan lain-lain.
"KUR saja ternyata banyak digunakan di sektor perdagangan, pertanian hanya 20 persen saja," ujar Anton.
(dru/lih)











































