Darmin mengatakan saat ini masih ada 8,2% masyarakat yang belum tersentuh sektor keuangan baik formal maupun informal.
"Baru 25,6% yang tersentuh oleh sektor keuangan formal. Hanya sebagian kecil saja yang terkait dengan masalah kemiskinan tetapi sebagian besar berkaitan dengan masalah sisi penawaran," tuturnya dalam fit and proper test calon Gubernur Senior BI dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun tersentuh oleh sektor finansial, kelompok ini harus membayar bunga yang jauh lebih tinggi. Sebagian tergolong lumrah mengingat biaya untuk menjangkau kelompok ini tergolong tinggi," jelas Dirjen Pajak ini.
Salah satu solusi mengatasi permasalahan akses finansial masyarakat kurang mampu tersebut adalah dengan mendorong lembaga keuangan mikro seperti yang dilakukan BRI.
"Pengalaman sukses pengembangan KUPEDES memang telah berhasil meningkatkan akses masyarakat berpendapatan rendah dan sekaligus mengurangi kekuatan monopoli para tengkulak atau lintah darat," katanya.
Dalam fit and proper test tersebut Darmin menawarkan tiga buah visi dan misi utama yaitu memantapkan transformasi BI, pengendalian Inflasi, dan akses pembiayaan untuk masyarakat pendapatan rendah.
(dnl/qom)











































