Gunarni: API Harus Lebih Tegas Pada Bank Asing

Gunarni: API Harus Lebih Tegas Pada Bank Asing

- detikFinance
Senin, 11 Mei 2009 16:35 WIB
Gunarni: API Harus Lebih Tegas Pada Bank Asing
Jakarta - Sudah saatnya API (Arsitektur Perbankan Indonesia) memberikan ruang yang lebih seimbang antara kelonggaran pihak asing berinvestasi di Indonesia dengan kewajiban mereka memberikan kontribusi yang lebih maksimal bagi perbankan dan perekonomian Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh calon Deputi Gubernur Senior BI Gunarni Soeworo dalam fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2009).

"Saat ini bank nasional sering mengalami kesulitan untuk membuka cabang di luar negeri karena aturan yang diterapkan benar-benar memberikan barrier to entry yang tinggi sehingga sulit dipenuhi oleh bank milik nasional. Sebaliknya bagi pihak bank/investor asing, relatif lebih mudah untuk mendapatkan izin beroperasi atau memiliki bank di Indonesia," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunarni mengatakan bank asing dan bank yang dimiliki asing pada saat ini mampu
meningkatkan dan menguasai pangsa pasar perbankan nasional secara signifikan.
Pada 1999 pangsa pasar asetnya masih 11,4% yang kemudian naik tajam mencapai
41,6% di 2008.

"Sementara pangsa kreditnya naik dari 19,2% menjadi 41,3% dan pangsa dananya
naik dari 11% menjadi 40,2%," ujarnya.

Menurutnya dengan dominasi pangsa pasar tersebut, API harus memberikan rambu-rambu yang lebih tegas dalam memetakan peranan bank asing dan bank milik
asing dalam pembangunan perekonomian Indonesia agar:

  1. Mereka memberikan komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi di sektor produktif,
  2. Mereka memberikan komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia dan menjadi Good Corporate Citizen.

"Kebijakan untuk membangun iklim investasi yang kondusif bagi investor asing ataupun bank asing harus diiringi dengan upaya memberdayakan bank nasional untuk memperkuat daya saingnya," katanya.

"Penguatan daya saing ditujukan agar bank nasional mampu menjadi pemain utama di
negeri sendiri sekaligus mampu melakukan penetrasi pasar dan beroperasi di negara lain," pungkasnya.

(dnl/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads