Â
Kepala Ekonom BNI, Tony A Prasetiantono, menilai Darmin terpilih memang bukan karena ahli moneter, namun lebih karena kapasitasnya dalam menegakkan governance.Â
Â
"Pak Boediono tampaknya memilih beliau karena ingin mendapatkan figur yang bisa membantu memperbaiki aspek governance di BI," ujar Tony dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (12/5/2009).
Â
Tony menjelaskan adanya kasus dana Yayasan Rp 100 Miliar yang telah mencoreng BI, memaksa BI untuk mengakui bahwa ada yang salah dalam tata kelola (governance) di BI.Â
Â
"Meski mungkin 'orang dalam' BI sendiri mestinya bisa menegakkan governance, tapi tampaknya pak Boediono merasa perlu bantuan orang luar untuk membenahinya," ungkap Tony.
Â
Tony menilai Dirjen pajak ini dianggap cocok untuk menjalankan tugas tersebut, karena pengalaman dan kinerjanya yang baik di Depkeu, terutama semasa menjadi Dirjen Pajak.Â
Â
"Ke depannya, BI sebenarnya masih perlu orang yang ahli perbankan komersial (commercial banker) seperti Bu Gunarni, dalam jajaran Dewan Gubernur, untuk melengkapi keahlian Deputi Gubernur yang rata-rata orang makro dan central banker," papar Tony
Darmin secara aklamasi dipilih Komisi XI DPR pada Senin malam (11/5/2009) dengan mengungguli satu pesaingnya Gunarni Soeworo.
Rekam jejak Darmin yang lumayan bersih dinilai sebagai kunci untuk menegakkan integritas di BI yang belakangan diselimuti banyak kasus oleh mantan pejabatnya.
(epi/ir)











































