Per Maret 2009, BRI berhasil menjadi juara dalam hal penyaluran kredit, dengan nilai Rp 165,299 triliun (12,66%). Angka ini meningkat hampir 40% dibandingkan kredit yang disalurkan BRI per Maret 2008 yang hanya Rp 118,346 triliun (11,42%). Kenaikan kredit yang cukup tajam ini sekaligus berhasil mengalahkan Bank Mandiri.
Di sisi lain, Bank Mandiri memang mengalami kenaikan penyaluran kredit, namun tidak sesignifikan BRI. Bank Mandiri pada Maret 2008 menyalurkan kredit hingga Rp 121,006 triliun (11,68%), naik 30% menjadi Rp 158,066 triliun (12,11%). Padahal Bank Mandiri sejak Desember 2004 selalu menjadi juara dalam hal penyaluran kredit. Posisi bank BUMN terbesar dari sisi aset itu baru terkalahkan per Desember 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bank Rakyat Indonesia (BRI): Rp 165,229 triliun (12,66%)
- Bank Mandiri: Rp 158,066 triliun (12,11%)
- Bank Negara Indonesia (BNI): Rp 114,085 (8,74%)
- Bank Central Asia (BCA): Rp 107,137 triliun (8,21%)
- Bank Danamon Indonesia: Rp 61,032 triliun (4,68%)
- Bank Niaga : Rp 49,299 triliun (3,78%)
- Pan Indonesia Bank (Bank Panin): Rp 36,138 triliun (2,77%)
- Bank Permata: Rp 35,258 triliun (2,70%)
- Bank Internasional Indonesia (BII): Rp 33,988 triliun (2,60%)
- Bank Tabungan Negara (BTN): Rp 33,550 (2,57%).
Total kredit yang disalurkan bank umum hingga Maret 2009 tercatat sebesar Rp 1.305,389 triliun, meningkat tipis dibandingkan kredit per Maret 2008 yang sebesar Rp 1.036,065 triliun. Sebagai catatan, kredit Bank Niaga yang telah berganti nama CIMB Niaga belum memasukkan angka Bank Lippo yang sudah merger. (qom/ir)











































