Pemilihan ketua baru ini akan dilakukan oleh 78 bank yang tergabung dalam Perbanas. Pemilihan akan dilakukan dengan musyawarah dimana setiap bank berhak mengajukan satu nama.
Sigit menuturkan, dirinya tidak mempermasalahkan siapapun yang akan melanjutnya jabatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers Kongres XVII Perbanas dengan tema "Mempertahankan Perbankan Nasional yang Tangguh di Tengah Krisis Keuangan Global dan APCONEX 2009 (Asia Pasific Conference dan Exhibition)" di JCC, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Kongres ke-XVII tersebut juga akan membahas wacana masuknya bank-bank asing sebagai anggota luar biasa (extraordinary member) Perbanas.
"Nantinya bank-bank asing yang ingin bergabung di Perbanas akan dibahas lebih lanjut mengenai keanggotaannya," jelas Sigit.
Sigit melanjutkan, paling tidak dalam kongres ini akan dibahas apakah bank asing boleh berpartisipasi dalam setiap kegiatan Perbanas meskipun nanti haknya berbeda.
"Bank asing hanya mendapatkan hak suara, hak pilih tidak akan diberikan, nanti akan didiskusikan lebih lanjut agar bisa bank asing bisa diwadahi sebagai anggota luar biasa," pungkasnya.
Tantangan Global
Dalam kesempatan itu, Sigit Pramono menjelaskan kongres ini akan bertujuan untuk mengajak seluruh komponen perbankan untuk bekerja keras dan optimis dalam menghadapi tantangn global.
"Melalui kongres ini juga diharapkan kepada seluruh komponen perbankan bersinergi sehingga dapat menghasilkan kinerja optimal," ujar Sigit.
Dalam kongres tersebut, Sigit menjelaskan akan ada suatu pertemuan yang difasilitasi Perbanas antara para bankir dan para pelaku sektor riil dimana diantara mereka saling ada ketergantungan dalam membangun perekonomian.
"Kita akan gunakan pembukaan kongres ini dengan mengadakan pertemuan dan peninjauan dialog diantara pelaku sektor riil dan perbankan, dimana dalam dialog tersebut akan dibahas kendala-kendala diantara masing-masing sektor dalam menggerakkan perekonomian di Indonesia," papar Sigit.
Hasil dari Kongers ini nantinya menurut Sigit akan disusun suatu paparan solusi, kemudian usulan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) selaku regulator dalam menghadapi krisis keuangan global ini.
(lih/qom)











































