Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto di Graha Sawala, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
"Porsi terbesar kepemilikan asing itu pada sektor mid and long term. Mereka banyak beli jangka panjang tenor di atas 5 tahun," katanya.
Ia mengatakan, total kepemilikan asing dari seluruh porsi SBN mencapai 15,54 persen atau setara dengan Rp 85,63 triliun.
Sedangkan akhir April lalu dari hanya 15,2 persen atau sebesar Rp 83,7 triliun.
Dari posisi per 11 Mei tersebut, sebanyak Rp 43,88 triliun merupakan SBN dengan tenor 10 tahun atau 52,42 persen dari total SBN yang sudah diterbitkan sebanyak Rp 89,41 triliun.
(ang/qom)










































