Dalam penerbitan ORI006 kali ini, pemerintah menggandenga 20 agen penjual. Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, ke-20 agen tersebut diharapkan bisa berprestasi dalam menjual ORI. Sebagian dari agen penjual tersebut merupakan agen yang pernah menjual ORI-ORI sebelumnya.
"Pesan Menkeu, supaya agen ini dipantau dalam melayani masyarakat karena kami mendengar ada agen penjual yang tidak memberikan pelayanan yang baik," jelas Rahmat di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PT Bank Mandiri
- Danareksa Sekuritas
- Ciptadana Securities
- Reliance Securities
- Indopremier Sucirities
- Mega Capital Indonesia
- Bank OCBC NISP
- Citibank
- Bank Bukopin
- Standard Chartered
- BII
- Bank Permata
- CIMB Niaga
- BRI
- Bank Mega
- Pan Indonesia bank
- BNI
- BCA
- HSBC
- Trimegah Securities
Rahmat menjelaskan, ORI diterbitkan sebagai strategi pemerintah memperluas basis investor SBN di pasar domestik karena saat ini terlalu banyak peran investor asing. Padahal porsi asing yang besar sangat berisiko mengingat mereka sangat memperhatikan masalah stabilitas politik.
"Oleh karena itu untuk mengamankan APBN, kita mengamankan pasar ORI sehingga kepercayaan pasar meningkat," tambah Rahmat.
ORI006 akan dijual Agustus, dengan masa penawaran dua pekan sebelumnya, tepatnya pada minggu keempat Juli.
"ORI006 diharapkan terbit setelah ORI pertama jatuh tempo," pungkas Rahmat. (lih/qom)











































