Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, penguatan pasar saham regional dan global yang sudah kembali menunjukkan penguatan sejak awal turut mempengaruhi.
"Selain itu berbagai komitmen pinjaman siaga yang telah didapatkan oleh pemerintah juga memperkuat bargain pemerintah dalam penerbitan SUN," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
Sri Mulyani mengatakan berdasarkan data pada 11 Mei 2009, risiko obligasi valas pemerintah juga menurun yang diperlihatkan dari CDS (Credit Default Swap) Indonesia yang menurun sangat tajam.
"Ini berarti investor menganggap risiko gagal bayar obligasi valas Indonesia menurun tajam. CSA Indonesia menurun lebih dari 70% sejak Oktober 2008," ujarnya.
Kemudian Sri Mulyani juga mengatakan, yield obligasi valas Indonesia juga semakin membaik dibandingkan Oktober 2008 dimana yield-nya menurun lebih dari 50%.
"Spread obligasi valas Indonesia performanya di atas obligasi negara lain dan telah mendekati yield spread Filipina. Yield SUN bertenor 20 tahun pada 7 Mei 2009 di posisi 7,245%, atau turun 50,8% sejak 23 September 2008," pungkas Sri Mulyani.
(dnl/qom)










































