Kredit Tak Tersalurkan Capai Rp 279 Triliun

Kredit Tak Tersalurkan Capai Rp 279 Triliun

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2009 16:59 WIB
Kredit Tak Tersalurkan Capai Rp 279 Triliun
Jakarta - Plafon kredit perbankan yang tidak tersalurkan pada periode Januari-Februari 2009 naik Rp 39 triliun menjadi Rp 279 triliun dari Rp 240 triliun di periode yang sama tahun lalu. Perbankan masih berhati-hati dalam menyalurkan dananya.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Nasional Indonesia (BNI), Gatot M Soewondo dalam Seminar Bankers-Entrepreneurs Kongres XVII di JCC, Jakarta, Rabu (13/5/2009).

Bank BNI sendiri, menurut Gatot, memiliki unused facilities loan (plafon kredit yang tidak tersalurkan) sebesar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun selain kehati-hatian, sektor perbankan juga merupakan bisnis yang juga mencari keuntungan," ujar Gatot.

Ia menjelaskan, pada saat krisis seperti ini bank memilih lebih hati-hati menyalurkan pinjaman.

"Kami harus menjaga portofolio dana yang ada," tuturnya.

Ia juga mengatakan, naiknya rasio kredit bermasalah (NPL) juga membuat bank menjaga kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.

"Selain itu perbankan saat ini berkonsentrasi pada margin dan modal," katanya.
Β 
Di dalam kondisi saat ini, lanjut Gatot, sangat penting jika bank pemerintah memberikan dividen lebih kecil untuk dapat meningkatkan modal yang lebih besar.Β 

(dru/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads