Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Nasional Indonesia (BNI), Gatot M Soewondo dalam Seminar Bankers-Entrepreneurs Kongres XVII di JCC, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
Bank BNI sendiri, menurut Gatot, memiliki unused facilities loan (plafon kredit yang tidak tersalurkan) sebesar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pada saat krisis seperti ini bank memilih lebih hati-hati menyalurkan pinjaman.
"Kami harus menjaga portofolio dana yang ada," tuturnya.
Ia juga mengatakan, naiknya rasio kredit bermasalah (NPL) juga membuat bank menjaga kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.
"Selain itu perbankan saat ini berkonsentrasi pada margin dan modal," katanya.
Β
Di dalam kondisi saat ini, lanjut Gatot, sangat penting jika bank pemerintah memberikan dividen lebih kecil untuk dapat meningkatkan modal yang lebih besar.Β
(dru/lih)











































